HAM PALESTINA: SELAMA 2013 EKSTRIMIS ZIONISTS TEBANG RIBUAN POHON ZAITUN

        Nablus, 30 Shafar 1435/2 Januari 2014 (MINA) – Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Palestina Al-Tadamun melaporkan, para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi (Zionists) telah menebang lebih dari 8000 pohon Zaitun di Tepi Barat selama 2013.

        Al-Tadamun memantau serangan para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi terhadap pohon zaitun milik warga Palestina di Tepi Barat, dan menjelaskan distrik Nablus adalah daerah yang paling terkena dampak atas serangan tersebut.

        Para pemukim ilegal Zionists melakukan beberapa cara untuk menghancurkan pohon zaitun seperti membakar, menumbangkan, menebang, memompa air limbah, dan baru-baru ini mereka menggunakan bahan kimia untuk membakar pohon-pohon tersebut.

        Al-Tadamun mengungkapkan, akibat serangan ekstrimsi Yahudi itu, beberapa pohon zaitun berusia ratusan tahun telah rusak, bahkan hancur sama sekali, Middle East Monitor (MEMO) melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

        Lembaga HAM itu juga melaporkan, serangan para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi bervariasi antara penebangan pohon zaitun dan pencurian tanaman, serangan fisik terhadap para petani, atau mencegah para petani mencapai tanah pertanian mereka.

        Walikota Nablus Jibrin Al-Bakri mengatakan, para pemukim ekstrimis Zionists dari permukiman ilegal Israel “Yitzhar” dan “Bracha” menggunakan petrokimia dalam aksi pembakaran sekitar 1.500 pohon zaitun pada Juni 2013 lalu.

        Api yang dihasilkan petrokimia itu menghancurkan lebih dari 200 dunum tanah yang dimiliki oleh masyarakat Palestina di desa Burin dan Asira. Kerugian bagi warga Palestina di Nablus akibat pembakaran itu diperkirakan lebih dari satu juta dolar Amerika.

        Lembaga Al-Tadamun juga memantau 24 insiden penghancuran oleh para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi terhadap pohon Zaitun Palestina, di mana 5289 pohon Zaitun hancur di Nablus, 1125 pohon zaitun di Bethlehem, 600 di Hebron, 350 di Al-Quds (Yerusalem), dan 150 pohon zaitun di Ramallah.

        Menurut dokumen-dokumen serangan Israel terkonsentrasi di pedesaan Nablus, khususnya di desa Awarta, Qasra, Urif, Burin, Asira, dan Hawara, yang terkena serangan setiap hari karena adanya perluasan permukiman ilegal Israel dengan perlindungan militer penjajah Israel.

        Lembaga itu melaporkan, para ekstrimsi Yahudi biasanya melancarkan serangan mereka pada pekan pertama panen zaitun. Serangan tersebut menolak warga Palestina mengizinkan masuk ke lahan pertanian mereka dan menjauhkan mereka dari sumber utama pendapatan tahunan.

        Pada musim zaitun lalu, pemukim ekstrimis Yahudi menebang lebih dari 2000 pohon zaitun. Saksi mata setempat mengatakan, para ekstrimis Yahudi menggunakan gergaji untuk memotong dasar pohon-pohon zaitun pada tengah malam.

        Para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi tidak hanya menghancurkan buah dan tanaman pohon zaitun tetapi mereka juga mencabut bibit-bibitnya. Hal ini berdasarkan laporan lebih dari 1400 bibit tumbang di Tepi Barat selama 2013. sekitar 350 bibit zaitun di Al-Quds dibanjiri air limbah dan lebih dari 300 bibit hancur di Qalqilya.

        Serangan harian pemukim ilegal ekstrimis Yahudi selama panen zaitun merupakan bagian integral dari kebijakan keseluruhan penjajah Israel, pembersihan etnis dan pencurian tanah pertanian. Jenis serangan, lokasi di mana mereka melakukan serangan dan koordinasi antara pemukim dan militer Israel menunjukkan adanya kebijakan yang sistematis.

         Serangan yang bertujuan untuk mendorong petani Palestina dari lokasi geo-strategis di Tepi Barat ‘area C’, dalam rangka untuk memastikan bahwa Tepi Barat secara efektif terpecah dan Israel dapat memastikan kontrol penuh tidak hanya dari sumber daya alam, tetapi juga pada pergerakan warga Palestina.

        Ada dampak psikologis yang kuat terhadap setiap serangan terhadap pohon-pohon zaitun Palestina , karena ini melambangkan keterikatan Palestina pada tanah mereka. Penduduk Palestina adalah keturunan dari orang Kanaan kuno dan telah mempunyai lahan pertanian zaitun selama ribuan tahun.

        Warga Palestina di Tepi Barat tunduk pada hukum militer oleh Israel dan perlu izin dari tentara untuk bergerak. Mereka juga dilarang menggarap tanahnya sendiri yang berdekatan dengan permukiman ilegal dan pangkalan militer Israel di seluruh Tepi Barat.

        Al-Tadamun meminta organisasi HAM internasional untuk mengambil tindakan hukum terhadap para pemukim ekstrimis Yahudi dengan harapan bahwa tuntutan hukum akan bertindak sebagai pencegah serangan di masa depan.

        Al-Tadamin juga menyerukan agar Otoritas Palestina lebih memperhatikan sektor pertanian dan mengalokasikan anggaran lebih besar untuk Departemen Pertanian sehingga dapat mendukung petani dan kompensasi atas kerusakan yang disebabkan sebagai akibat dari serangan para pemukim ekstrimis Yahudi. (T/P02/E1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply