HAMAS -FATAH LANJUTKAN PEMBICARAAN REKONSILIASI

Ramallah, 5 Rabi’ul Awwal 1435/7 Januari 2014 (MINA) – Juru bicara Fatah, Ahmad Assaf, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (6/1), pejabat Fatah Azzam Al-Ahmad , penanggung jawab pembicaraan rekonsiliasi, telah berbicara dengan rekannya Hamas Mousa Abu Marzouq di tempat tidak disebutkan, Ahad (5/1), dalam rangka mewujudkan rekonsiliasi kedua fihak.

Kedua pihak menindaklanjuti diskusi yang dimulai di Doha, Qatar, 7 Februari 2012, antara Al-Ahmad dengan Pemimpin Hamas Khalid Misy’al.

Pernyataan Assaf itu menyusul munculnya laporan menyatakan, Hamas dan Fatah telah mencapai kesepakatan mengenai pemerintah persatuan. Dia menegaskan, belum ada kesepakatan dicapai hingga saat ini, sementara menekankan bahwa upaya menuju kesepakatan itu sedang berlangsung .

“Hati kami terbuka dan kami memperpanjang tangan untuk persatuan nasional,” kata Assaf sebagaimana dikutip Ma’an News yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Terwujudnya upaya-upaya  untuk rekonsiliasi Palestina juga ditegaskan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pernyataannya, Rabu (1/1) lalu, yang mendesak seluruh faksi Palestina untuk mengembalikan persatuan nasional.

Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniyah menyatakan tekadnya mewujudkan tahun 2014 menjadi tahun rekonsiliasi nasional Palestina. Ia juga menyatakan, Pemerintah Hamas mengizinkan semua anggota Fatah yang berasal dari Jalur Gaza dan yang meninggalkan daerah kantong Palestina itu (tahun 2007) untuk kembali, tanpa prasyarat.

Perpecahan antara Fatah dan Hamas dimulai pada tahun 2006, saat Hamas memenangkan pemilu legislative Palestina. Pada tahun berikutnya, bentrokan meletus antara dua faksi,  Hamas berhasil menguasai Jalur Gaza dan Fatah mengendalikan wilayah Tepi Barat.

Faksi-faksi Palestina telah berupaya mencapai rekonsiliasi nasional selama bertahun-tahun, namun selalu gagal. Barulah pada tahun 2012, kedua fihak mencapai persetujuan dengan menandatangani dua perjanjian -satu di Kairo, Mesir, dan berikutnya di Doha, Qatar-. Namun demikian  kedua perjanjian itu belum pernah sepenuhnya diimplementasikan sampai belakangan ini timbul keinginan kedua fihak untuk lebih serius mengusahakan persatuan nasional.(T/P02/IR)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply