IRAN CURIGAI PENGUNGKAPAN FOTO TAHANAN SURIAH JELANG JENEWA II

Teheran, 20 Rabi’ul Awwal 1435/22 Januari 2014 (MINA) – Iran mengecam pengungkapan foto-foto yang merupakan dokumentasi kejahatan perang potensial di Suriah menjelang  Konferensi Jenewa II dilaksanakan dan menyebutnya sebagai propaganda anti-pemerintah Assad.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham di Teheran mengatakan Selasa, pengaturan waktu pelaporan dan foto yang diterbitkan oleh Anadolu Agency Senin malam (20/1), “mencurigakan, dan bertujuan untuk melemahkan profil pemerintah Suriah”.

Berbicara kepada Anadolu Agency secara eksklusif, Afkham menanggapi pertanyaan “apakah foto pengungkapan bukti penyiksaan sistematis oleh rezim Suriah terhadap para tahanan, akan mengarah pada perubahan sikap di pihak Iran mengenai perang saudara di Suriah?”.

Afkham mengatakan bahwa dia tidak melihat foto-foto, tetapi dia menilai itu adalah propaganda melawan rezim Suriah yang dimunculkan ke permukaan menjelang pembicaraan perdamaian Jenewa tentang Suriah.

“Ada pun mengenai keaslian foto-foto, mereka mungkin ingin menciptakan atmosfir menentang pemerintah Suriah dengan masalah yang sama seperti sebelumnya. Waktu publikasinya juga secara alami membuat kita berpikir bahwa itu adalah propaganda,” katanya.

Afkham mengklaim, tuduhan sebelumnya yang serupa, semuanya terbukti salah, demikian laporan Anadolu yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Beberapa analis Amerika Serikat menyimpulkan bahwa klaim atas pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri, kebenarannya telah dibelokkan. Klaim ini sebenarnya diajukan oleh pemerintah Amerika sendiri, sehingga bisa menciptakan fakta di lapangan untuk intervensi militer di Suriah.”

“Beberapa negara asing tidak ragu untuk menyebarkan klaim tak berdasar tersebut untuk mudah menerapkan kebijakan mereka sendiri. Kebijakan kami terkait Suriah bertujuan mencari solusi melalui dialog dan politik, tidak memungkinkan untuk intervensi asing, dan menghormati hak rakyat Suriah untuk menentukan masa depannya sendiri,” tambahnya.

Juru bicara Iran itu menyimpulkan, klaim terbaru yang terkait dengan Konferensi Jenewa II, bertujuan untuk mempengaruhi pembicaraan damai.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah membatalkan undangan ke Iran untuk menghadiri pembicaraan damai minggu ini di Swiss, tidak lama setelah Iran mengumumkan tidak akan menerima prasyarat untuk partisipasi.

Konferensi Jenewa II yang dijadwalkan dimulai Rabu, bertujuan untuk mengakhiri kekerasan yang sedang berlangsung dan meningkat di Suriah.

Menurut PBB, lebih dari 130.000 orang tewas dalam konflik tiga tahun di Suriah dan lebih dari dua juta warga Suriah menjadi pengungsi di negara-negara tetangga termasuk Turki, Libanon, Yordania dan Irak. (T/P09/E1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Leave a Reply