ISRAEL CEGAH ANGGOTA PARLEMEN PALESTINA AKAN KE PARLEMEN EROPA

Ramallah, 16 Rabi’ul Awwal 1435/18 Januari 2014 (MINA) – Petugas perbatasan otoritas Israel mencegah anggota parlemen Palestina, Abdul Qais Karim menyeberang ke Yordania, dengan mencegatnya di jembatan perbatasan Karameh (Allenby) dan memaksanya berbalik kembali.

Anggota parlemen dari Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina itu sedang dalam perjalanan menuju Strasbourg, Perancis, untuk menghadiri undangan menghadiri sidang Majelis Parlemen dari  Dewan Eropa. Demikian pernyataan pers kantor Abdul Karim, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Palestina WAFA yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu.

Pertemuan Parlemen Eropa itu akan membicarakan kemitraan dengan Dewan Legislatif Palestina.

Pelarangan anggota parlemen Palestina menghadiri pertemuan Dewan Eropa itu menyusul situasi tegang dalam hubungan Israel-Eropa setelah Pemerintah Inggris, Italia, Perancis dan Spanyol memanggil Duta Besar Israel memprotes tindakan pemerintah negara Yahudi itu memanggil Duta-Duta Besar Eropa Jumat kemarin.

Pemanggilan itu untuk menyatakan rasa tidak senang Israel atas kecaman Eropa terhadap aksi Israel yang terus melakukan perluasan permukiman ilegal dengan menggusur warga Palestina.

Israel pekan lalu mengumumkan rencana untuk membangun sekitar 1.800 rumah baru bagi pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat, termasuk wilayah Arab Al-Quds Timur.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU), Catherine Ashton, mengatakan ia “sangat khawatir” atas rencana itu, dan menyatakan permukiman-permukiman Israel itu adalah “ilegal menurut hukum internasional” dan “menimbulkan hambatan bagi perdamaian”.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis lalu, balas menuduh Uni Eropa bersikap “munafik” terhadap proses perdamaian Timur Tengah, dan mengatakan Eropa lebih peduli dengan militansi Palestina daripada pembangunan perumahan Israel.

Aksi damai dihentikan

Sementara itu pasukan penjajah Israel menghentikan pawai damai dekat Jiftlik, utara Yerikho, yang digelar oleh para aktivis untuk memprotes upaya Israel mengambil alih Lembah Yordania.

Tentara Israel mencegat puluhan demonstran saat mereka berhasil memblokir jalur Highway 90 untuk lalu lintas dalam waktu yang singkat.

Pasukan penjajah Israel menangkap tiga aktivis, termasuk dua aktivis internasional, sementara banyak aktivis lain menderita karena menghirup gas air mata atau mengalami cidera karena diserang tentara Israel. (T/P02/IR/mirajnews.com)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply