ISRAEL RAMPAS TENDA MILIK WARGA PALESTINA DI JIFTLIK

Al Quds, 11 Rabiul Awal 1435 / 13 Januari 2014 ( MINA ) – Pasukan pendudukan Israel, Senin, merampas tenda yang disediakan oleh PBB bagi warga Palestina korban pembongkaran paksa di Jiftlik, Jericho, Tepi Barat.

Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan, OCHA, dalam sebuah siaran pers di kantor PBB Al Quds, mengatakan, tenda tersebut sedianya akan diberikan kepada keluarga Bani Manieh, Jiftlik , yang kehilangan rumah mereka akibat pembongkaran paksa oleh tentara penjajah Israel.

Rabu, pekan lalu, tentara Israel telah menghancurkan 13 rumah dan bangunan milik tiga keluarga dari wara Bani Manieh.  26 orang , termasuk 15 anak-anak kini tak punya tempat tinggal dan hidup seadanya,  Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency ( MINA ).

Pihak tentara Israel mengklaim daerah itu merupakan zona latihan militer . Israel sedang mencoba untuk mengosongkan Lembah Yordan dari warga Arab Palestina dengan menjaga kontrol penuh atas daerah itu.

Orang-orang Palestina menolak mengizinkan kehadiran tentara penjajah Israel di Lembah Yordan dan mengatakan tanah ini berperan penting dalam menunjang perekonomian warga Palestina di Tepi Barat. Selain itu, tanah tersebut milik sah warga Palestina dan Israel tidak punya bukti-bukti atas kepemilikan tanah itu.

Al – Jiftlik adalah sebuah desa Palestina di Jericho , Tepi Barat yang saat ini berada di bawah kekuasaan penjajah Israel.  Desa itu terletak 33 kilometer utara Yerikho, Lembah Yordan , beberapa kilometer barat Sungai Yordan, perbatasan dengan Yordania .

Daerah- daerah di dekatnya adalah az – Zubaidat di timur laut , Furush Beit Dajan di barat laut , Beit Furik di barat , Aqraba , Majdal Bani Fadil dan Duma di barat daya dan al- Fasayil di selatan . Menurut Biro Pusat Statistik Palestina ( PCB ) , al- Jiftlik memiliki populasi 3.546 pada sensus 2007 .

Desember 2013 lalu,  penjajah Israel akhirnya memutuskan tetap menjalankan RUU pengusiran etnis (Prawer Plan) terhadap warga Palestina.

Ketua tim perumus Prawer Plan, Benny Begin sempat mengumumkan penghentian RUU diskriminatif itu. Namun, mantan jenderal  Israel yang mengepalai unit pelaksanaan Prawer Plan, Doron Almog  tetap akan melaksanakan program tersebut.

Dalam pernyataan yang dikutip harian Israel, Haaretz, Senin (16/12), Doron Almog menyatakan, Begin dapat mengklaim apapun yang dia inginkan, tetapi RUU Israel yang akan mengusir 70.000 warga Palestina di Negev.

Sementara itu, menurut sebuah Radio Israel, Menteri Pertanian Israel, Yair Shamir (putra mantan Perdana Menteri Yitzhak Shamir. Saat ini sebagai anggota partai sayap kanan Yisrael Beiteinu) mengambil alih tanggung jawab mengawasi RUU ‘Prawer-Plan’ dari Benny Begin.

Prawer-Begin Plan merupakan langkah kolonisasi dan Yahudisasi untuk mengambil alih lahan milik warga Badui Palestina, digunakan untuk pembuatan pangkalan militer penjajah Israel. ( T/P04/E1/mirajnews.com )

Mi’raj Islamic News Agency ( MINA )

Leave a Reply