KERRY BELUM BERHASIL TAPI AKAN KEMBALI LAGI MINGGU DEPAN

Lebanon, 4 Rabi’ul Awwal/6 Desember 2014 (MINA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, Senin mengakhiri diplomasi intensif empat hari setelah bertemu dengan pimpinan-pimpinan Israel dan Palestina.

Ia mengakui belum berhasil menyusun kesepakatan kerangka perundingan damai karena masih ada perbedaan-perbedaan mendasar dalam sikap kedua fihak, tapi ia tetap merasa optimistis akan dapat berhasil membawa kedua fihak ke perundingan damai.

Kerry dikabarkan akan kembali minggu depan untuk melanjutkan missinya menjembatani perbedaan-perbedaan sikap Palestina dan Isrtel untuk menyusun kerangka kerja buat perundingan damai.

Dalam missi damainya yang kesepuluh  ini Kerry juga di luar program yang diumumkan sebelumnya, menemui pemimpin-pemimpin Arab Saudi dan Yordania, serta bertemu dengan John Blair, mantan Perdana Menteri Inggeris, yang juga tengah mengusahakan perdamaian di Timur Tengah sebagai utusan khusus negara-negara Eropa.

Arab Saudi pada tahun 2002 yang lalu pernah menawarkan sebuah rencana perdamaian Palestina – Israel yang merupakan dasar dari aspirasi Arab untuk setiap penyelesaian damai dengan Israel. Rencana damai itu meliputi normalisasi hubungan Israel dan seluruh dunia Arab sebagai imbalan penarikan Israel dari seluruh tanah Arab yang didudukinya  dan keadilan atas pengungsi Palestina.

Rencana tersebut diabaikan Israel yang terus saja membangun pemukiman-pemukiman baru untuk warganya dengan mengusir penduduk Palestina yang tinggal di tanah airnya sendiri, dan membuat Undang-Undang yang memasukkan Lembah Yordan sebagai bagian yang syah dari Israel.(T/P014/IR)

Mi’raj News Agency (MINA)

http://imemc.org/article/66693

 

Leave a Reply