KERRY MINTA ARAB SAUDI DAN YORDANIA DESAK ABBAS AKUI ISRAEL

Tel Aviv, 7 Rabi’ul Awwal 1435/9 Januari 2014 (MINA) – Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, meminta bantuan Raja Yordania dan Arab Saudi untuk mendesak Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengakui Israel sebagai negara Yahudi, guna melicinkan jalan menuju perundingan damai Palestina – Israel.

Surat Kabar Haaretz melaporkan ini berdasarkan keterangan seorang pejabat senior Israel tentang pembicaraan mendadak Kerry dengan kedua raja itu dalam kunjungan empat hari Kerry ke kawasan ini pekan lalu. Demikian Middle East Monitor (MEMO) yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Rabu.

Pejabat Israel itu mengatakan, Kerry meminta kedua raja mendukung ikhtiar damai yang sedang dimediasi AS dan masih belum berhasil menjembatani sikap-sikap dasar Palestina dan Israel.

Kerry dikatakan berharap agar ikhtiarnya mendamaikan Palestina dan Israel tidak di-“torpedo” dan perlu memberi bantuan pada Abbas.

Selain itu, pejabat Israel mengatakan, Kerry berharap menerima “respon positif”  dan gagasan dari para menteri luar negeri negara-negara anggota Liga Arab pada pertemuan di Paris dalam beberapa hari mendatang,

Menurut surat kabar Haaretz, masalah besar yang ingin ditembus Kerry utamanya adalah pengakuan negara-negara Arab pada israel, sebab tanpa pengakuan ini, Israel tak mau berunding.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Israel, Naftali Bennett memperingatkan, Selasa (7/1), partai-nya akan menarik diri dari koalisi pemerintah Tel Aviv, bila perdana enteri  bersedia berunding dengan Palestina dengan pengakuan pada wilayah Palestina sebelum perang tahun 1967, yang sejak perang itu diduduki Israel.

Dalam laporan terkait, Duta Besar AS untuk Israelv, Shapiro, mengatakan kepada Radio Israel, Kerry berharap daopat menyelesaikan kerangka kerja menuju perundingan damai dalam beberapa minggu di muka sesuai target waktunya pada April.

Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya’alone mengatakan, tujuan Kerry saat ini adalah melanjutkan negosiasi sesuai jangka waktu yang disepakati, berakhir pada April tahun ini. Ia berterusterang, memperpanjang jangka waktu pembicaraan-pembicaraan menyusun kerangka kerja menuju perundingan  adalah kepentingan Israel. (T/P012/IR)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Leave a Reply