KERRY TIBA DI RAMALLAH LANJUTKAN PEMBICARAAN DAMAI

Ramallah, 2 Rabi’ul Awwal 1435/4 Januari 2014 (MINA) – Menteri Luar Negeri AS, John Kerry tiba di Ramallah, Jumat (3/1), untuk mengadakan  pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas sebagai bagian dari putaran baru kelanjutan pembicaraan antara Israel dan Palestina dalam upaya  meraih kesepakatan damai.

Menlu AS Akan menghadiri pertemuan enam jam bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Yerusalem. seperti laporan ANADOLU AGENCY yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA), Jumat.

Menteri Luar Negeri AS dan Perdana Menteri Israel telah mengeluarkan pernyataan dalam pertemuannya di Ramallah, Jumat (3/1), untuk kedua belah pihak selama dalam 24 jam.

Setelah pertemuan pertama, Kamis (2/1), Kerry mengatakan, Israel dan Palestina harus membuat “pilihan” dalam beberapa pekan mendatang jika mereka ingin mewujudkan  perdamaian, kata Kerry.

“Rencana saya untuk mengadakan kerjasama antara kedua belah pihak untuk menekan perbedaan guna mencapai kerangka kerja yang akan menetapkan  negosiasi perundingan damai,” kata Kerry dalam konferensi pers bersama dengan Netanyahu.

Kerry akan kembali ke Israel untuk mengadakan pertemuan dengan Netanyahu sebelum menuju ke Yordania Ahad (5/1).

Ia akan berusaha menjembatani masalan-masalah yang ada agar perundingan damai Israel dan Palestina dapat terlaksana.

Kerry mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas,

Kerry terutama sekali akan mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan perluasan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang didudukinya, termasuk di sekitar Jerusalem Timur, sebanyak lebih dari 1.400 unit tempat tinggal.

Sebelumnya pada Rabu, (1/1) sumber Israel mengatakan, Tel Aviv memutuskan tidak akan secara resmi mengumunkan masalah pembangunan pemukiman baru  selama kunjungan Kerry, meskipun sudah ada keputusan awal untuk mewujudkan pembangunan tersebut.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyadh Al-Maliki, mengatakan, Kerry akan membawa gagasan-gagasan dan usulan-usulan yang perlu dibicarakan  melalui diskusi panjang sebelum dapat dihasilkan kesepakatan yang nyata dalam perundingan.

Penguasaan Israel atas seluruh perbatasan dan sumber-sumber alam termasuk persediaan air di daerah Tepi Barat yang didudukinya, dan keberadaan militer serta pemukiman Yahudi di sana terutama di Lembah Yordan, sama sekali tidak termasuk masalah yang akan dirundingkan dengan Palestina. (T/P012/E02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply