KHUTBAH JUMAT : KEWAJIBAN UMAT ISLAM BERJAMA’AH KARENA ALLAH

 Oleh Ali Farkhan Tsani

Redaktur Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Alumnus Al-Quds Institute Shana’a,  Yaman

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. امابعد فَيَاآيُّهَا الْحأضِرُوْنَ الْكِرَامِ . اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setelah khatib menyampikan tahmid, syahadah, shalawat dan wasit taqwa. Marilah kita hayati kembali firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang termaktub di dalam Surah Ali Imran ayat 103.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah, dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Surah Ali ‘Imran ayat 103).

Mengenai sebab turunnya ayat tersebut disebutkan dari Muhammad bin Ishaq bin Yassar, bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki Yahudi melewati sekelompok umat Islam dari kaum ‘Aus dan Khajraj. Orang Yahudi tersebut tidak senang melihat umat Islam bersatu. Kemudian orang Yahudi mengutus seseorang dan menyuruh untuk menyelinap di kalangan umat Islam dari kaum ‘Aus dan Khajraj yang telah bersatu tersebut untuk mengungkit-ungkit kembali sekitar peperangan Bu’ats yang pernah terjadi antara kaum ‘Aus dan Khajraj pada masa lampau.

Maka, setelah orang Yahudi tadi menyelinap, lalu melakukan misi yang telah diperintahkan, terbakarlah emosi umat Islam tersebut dan saling mengeluarkan kalimat-kalimat amarah. Bahkan mereka saling berlompatan dan mengobarkan sya’ir-sya’ir masing-masing. Sampai-sampai mereka menghunus senjatanya masingt-masing dan saling menuntut kemerdekaan.

Berita ini terdengar oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu beliau mendatangi mereka untuk menenteramkan hati mereka, dan berkata, “Apakah kalian menyeru dengan perbuatan orang-orang jahiliyah, sedangkan kami berada di tengah-tengah kalian?” Kemudian beliau membaca ayat ini. Maka, menyesallah mereka atas perbuatan mereka. Lalu, mereka berdamai, saling meletakkan senjatanya masing-masing dan mereka saling berpelukan.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Pada ayat tersebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan orang-orang beriman agar senantiasa berpegang teguh dengan tali Allah yakni Al-Qur’an, dengan selalu berjama’ah dan melarang berpecah-belah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan para sahabatnya dari kalangan umat Islam bahwa orang Yahudi bermaksud membangkitan kedengkian di kalangan intern umat Islam. Padahal umat Islam harus saling bersaudara, saling mencintai, dan saling menolong.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada ayat lainnya berfirman :

شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلاَ تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Artinya : “Dia (Allah) telah mensyari’atkan bagi kamu tentang Ad-Dien, apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: “Tegakkanlah Ad-Dien dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.” Berat bagi musyrikin menerima apa yang engkau serukan kepada mereka itu. Allah menarik kepada Ad-Dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (Ad-Dien)-Nya orang yang kembali kepada-Nya.” (Surah Asy-Syura ayat 13).

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَ تَكُونُوا مِنْ الْمُشْرِكِينَ . مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُون

Artinya : “Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Surah Ar-Ruum ayat 31-32).

Ibnu Katsir menjelaskan, maksud kalimat “Janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik” adalah jangan menyerupai perbuatan mereka yang suka memecah-belah agama, mengganti, mengubah, mengimani sebagian ayat dan mengingkari sebagian ayat yang lain. Ayat ini sekaligus memperingatkan umat Islam supaya tidak mengikuti jalan hidup yang terpecah-belah tanpa seorang Imaam atau Khalifah.

Hadirin yang sama-sama mengharap ridha dan ampunan Allah,

Dalam hadits shahih Bukhari-Muslim dari Khudzaifah bin Yaman Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ

Artinya : “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka”.

Kaum Yahudi Zionis internasional telah mengetahui betapa kekuatan umat Islam jika berjama’ah di bawah kepemimpinan seorang Imaamul Muslimin atau Khalifah, untuk menolong agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Termasuk saat ini untuk menolong pembebasan Masjid Al-Aqsha dan saudara-saudara umat Islam di bumi Baitul Maqdis Palestina dan kawasan muslim lainnya, secara berjama’ah.

Oleh karena itu mereka berusaha dengan berbagai daya dan upaya bagaimana agar jangan sampai umat Islam sadar akan kewajiban berjama’ah ini.
Semoga kita dapat mengamalkan kewajiban berjama’ah, bersatu padu di antara umat Islam di mana saja berada, kapan saja, dan dalam keadaan bagaimanapun juga, semata-mata karena mengharap ridha dan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin Ya Robbal ‘Alamin. (T/R1/IR/mirajnews.com)

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. امابعد فَيَاآيُّهَا الْحأضِرُوْنَ الْكِرَامِ . اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدْيتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

 Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply