LAGI, PENGUNGSI PALESTINA MENINGGAL DI KAMP YARMOUK SURIAH

Damaskus, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Kelompok kemanusiaan yang berbasis di Suriah, hari ini mengidentifikasi sejumlah pengungsi Palestina yang meninggal di dua kamp pengungsi Yarmouk dan Khan al-Sheikh, dekat Damaskus dalam beberapa hari terakhir ini.

Relawan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Suriah mengatakan, Jamil al-Qurabi (80), Hasan Shihabi (40) dan Noor (50), meninggal karena gizi buruk di kamp pengungsi Yarmouk yang terkepung dalam beberapa hari terakhir, ungkap Ma’an News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa.

Tiga orang lainnya tewas ditembak saat turut berpartisipasi dalam unjuk rasa, memprotes blokade yang sedang berlangsung di kamp.

Secara terpisah, Muhammad Ibrahim Dhahir dari kamp pengungsi Khan al-Sheikh, barat daya Damaskus, tewas karena penyiksaan di tahanan rezim pemerintah Suriah.

Selain itu, Hasan Younis Nofal terbunuh oleh bom curah  yang mendarat di dekat rumahnya di kamp.

Sejumlah kematian itu terjadi di saat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berupaya untuk memberikan pasokan bantuan ke kamp yang diblokade.

Kelompok ini mengutip kesaksian penduduk setempat,  bom curah mendarat dan meledak di kamp Khan al-Sheikh.

Warga mengatakan, serangan itu sama sekali tak terduga, mengingat tidak ada kelompok pejuang oposisi yang saat ini beroperasi di kamp Khan al-Sheik, dan mereka mengungkapkan ketakutan mereka, krisis kamp Yarmouk mungkin terulang kembali terhadap mereka.

Sabtu lalu, Observatorium Suriah untuk HAM mengumumkan, 41 warga Palestina meninggal sejauh ini akibat dari kekurangan makanan dan obat-obatan di kamp pengungsi Yarmouk.

Setelah oposisi menguasai Yarmouk pada Desember 2012, kamp menjadi terlibat dalam pertempuran bersenjata di Suriah dan berada di bawah serangan rezim.

Pasukan rezim akhirnya mengepung kamp pada bulan Juli, membuat kehidupan dalam kamp merosot drastis

Lebih dari 760.000 warga Palestina, dipaksa mengungsi atau diusir dari rumah mereka saat Israel menciptakan konflik pada tahun 1948. Kini diperkirakan mereka berjumlah 4,8 juta keluarga.  (T/P09/E02/Miraj News Agency).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply