LARANG JILBAB, SMAN 2 DENPASAR LANGGAR ATURAN SENDIRI

Tata tertib SMAN 2 Denpasar, Bali. (Sumber: website).

Denpasar, 5 Rabiul Awwal 1435/7 Januari 2014 (MINA) – SMAN 2 Denpasar, Bali tidak konsisten dengan aturannya sendiri sebagai lembaga pendidikan dengan melarang siswi Muslimah berjilbab.

Dalam kasus ini, sekolah tersebut telah melanggar tata tertib pertama yang berlaku di sekolah tersebut. Dalam poin pertama tata tertib sekolah disebutkan, “Siswa SMAN2 Denpasar wajib taat pada agama dan mengamalkannya, harus membiasakan diri bertanggung jawab, tekun belajar, memelihara kerukunan, tolong-menolong sesamanya, berdasarkan norma-norma susila sesuai dengan Dasar Pancasila”.

Tata tertib ini sama sekali tidak berlaku pada kasus yang menimpa Anita Whardani (17) dan beberapa siswi Muslimah yang menuntut ilmu di salah satu sekolah favorit di pulau Dewata itu. Anita yang hendak mengamalkan agamanya dengan mengenakan jilbab malah dilarang pihak sekolah.

Selama dua setengah tahun, Anita sudah berusaha membela haknya untuk mengenakan jilbab namun selalu menemui jalan buntu. Pihak sekolah beralasan kalau mengenakan jilbab, logo sekolah tidak bisa dilihat.

Anita sering nekad mengenakan jilbab saat bersekolah, salah satunya pada 21 November 2012. Saat itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata guru Bahasa Bali tidak hadir sehingga menyebabkan proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong.

Tiba-tiba Kepala Sekolah, Ketut Sunarta, M.Hum. masuk ke kelas Anita untuk memberi nasihat kepada seluruh murid dan bertanya kepada Anita “Kok bajunya seperti itu?”, Anita diam saja tidak menjawab, lalu Kepala Sekolah menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan “Kalau pakai jilbab kelihatan atau tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan atau tidak emblem SMAN 2 nya?” Anita menjawab, “Kan bisa dinaikin sedikit Pak kerudungnya jadi masih bisa kelihatan logonya”. Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan.

Akhirnya, Kepala Sekolah menyarankan untuk pindah sekolah saja kalau Anita tetap ingin berjilbab. Sebaliknya, kalau Anita tetap ingin bersekolah di SMAN 2, diminta untuk tidak memakai jilbab. (L/P01/E1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply