KOMNAS HAM ISRAEL: TAHANAN ANAK-ANAK PALESTINA DISIKSA

Tel Aviv , 30 Shafar 1435/2 Januari 2014 ( MINA ) – Komite HAM Israel Anti Penyiksaan menyatakan, rezim Israel menyiksa anak-anak Palestina dalam suhu sangat dingin di luar gedung penjara selama berjam-jam, setelah anak-anak itu ditangkap.

Organisasi ini mengatakan anak-anak disiksa dalam suhu sangat dingin di luar gedung penjara, Selasa (31/12). Mereka dipenjara tanpa proses pengadilan dan tidak diberi akses pembelaan. Press tv melaporkan dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Sementara itu, Pengadilan Israel di Yerusalem Senin lalu memperpanjang hukuman Ahmad Dawuod Obeid , remaja Palestina yang ditangkap pasukan Israel Agustus lalu di Issawiya , Timur al – Quds (Yerusalem). Obeid dipenjara atas tuduhan melemparkan batu ke arah pasukan Israel.

Dalam sebuah laporan 10 Desember 2013 yang lalu, Kementerian Urusan Tahanan (PPS) Palestina, mengatakan, rezim penjajah Israel telah memenjarakan lebih dari 5.000 warga Palestina , termasuk 931 anak-anak dan empat tahanan meninggal.

Kepala Departemen Sensus Palestina, Abdul-Nasser Farawna, mengatakan, Israel sengaja menargetkan anak muda Palestina, termasuk anak-anak, karena mereka adalah inti dari masyarakat, dan faktor yang bergerak.

Mantan tahanan politik itu menambahkan, Israel takut kepada pemuda Palestina karena kesabaran dan ketekunan mereka untuk berjuang mencapai pembebasan dan kemerdekaan.

“Inilah sebabnya mengapa penangkapan terhadap pemuda dan anak-anak meningkat. Mereka dipenjara, disiksa, dilecehkan dan diintimidasi,” katanya.

Ia menambahkan, 931 anak-anak diculik, ditawan dari berbagai daerah di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah. Terjadi peningkatan sekitar 5,7 %  jumlah anak-anak yang diculik oleh tentara pada 2012 , dan 37,5% meningkat dibandingkan dengan 2011.

“Fakta pelanggaran yang paling serius dengan menculik anak-anak lalu dipukuli, dan disiksa selama interogasi,” jelasnya.

Farawna menyatakan, mereka dipermalukan, dan mengalami penyiksaan fisik serta emosional. “Penderitaan semua orang Palestina yang diculik, terutama anak-anak, mulai saat penangkapan yang dilakukan oleh puluhan tentara bersenjata. Para tentara itu menyerang rumah mereka, memukul dan menendang mereka di depan keluarga mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelanggaran juga mencakup penyerangan anggota keluarga. Mereka kemudian diborgol, ditutup matanya dan ditempatkan ke dalam jip militer di mana mereka sering dipukuli, sebelum diseret ke fasilitas interogasi di kamp-kamp militer atau pemukiman.

Saat ini ada 1.400 tahanan Palestina, 150 di antaranya menderita berbagai penyakit seperti kanker dan diabetes. Dari jumlah itu, sedikit sekali yang diberikan pengobatan secara medis yang serius. Bahkan, kebanyakan di antara tahanan yang sakit sengaja dibiarkan tak diobati oleh penjajah Israel.

Jumlah tahanan yang meninggal di penjara, baik karena penyiksaan atau ditembak oleh tentara selama dan setelah penangkapan mereka, sejak tahun 1967 sampai saat ini mencapai 204. Korban terakhir di antara tahanan itu bernama Maisara Abu Hamdiyya (63) yang meninggal pada 2 April 2013, dan Arafat Jaradat (20) yang meninggal pada 22 Februari 2013.

Abu Hamdiyya menderita berbagai jenis penyakit seperti tumor otak, paru-paru, hati, tulang belakang dan kanker tenggorokan hingga pita suaranya hilang. Meskipun kondisinya sangat memprihatinkan, namun pihak penjara Israel tidak pernah memberikan Hamdiyya perawatan medis secara serius dan khusus.

Seperti halnya tahanan Arafat Jaradat yang syahid di Mejeddo penjara Israel, ia adalah seorang pria muda yang sehat dari kota Sa’ir di Hebron, dan disiksa sampai wafat oleh para interogator Israel.

Israel saat ini menahan sekitar 5.200 warga Palestina yang dijebloskan ke penjara dan menyiapkan sebanyak 17 kamp penahanan dan tempat interogasi di seluruh wilayah. Di antara tahanan tersebut termasuk anak-anak, 13 wanita, dan 13 anggota dewan yang terpilih secara demokratis.(T/P04/IR).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

http://presstv.ir/detail/2014/01/01/343109/israel-tortures-palestinian-children/

 

Leave a Reply