MAYORITAS FAKSI PALESTINA TOLAK NEGOSIASI DAMAI YANG DIPRAKARSAI AS

Gaza City, 14 Rabi’ul Awwal 1435/16 Januari 2014 (MINA) – Faksi-faksi Palestina memperbaharui penolakan mereka terhadap diadakannya kembali proses menuju negosiasi damai dengan Israel yang saat ini sedang berlangsung.

Dalam seminar yang digelar Majelis Rakyat Tolak Negosiasi di kantor Persatuan Insinyur di Gaza City bertema “Posisi faksi-faksi Palestina terhadap negosiasi Israel-Palestina,” seluruh Faksi Palestina menyimpulkan, negosiasi yang diprakarsai AS pada saat ini bertujuan untuk membubarkan Palestina dan menutupi kejahatan penjajah Israel. 

Dr. Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, menunjukkan bahwa dimulainya kembali pembicaraan damai Israel-Palestina yang dimediasi Amerika Serikat datang pada saat situasi regional Palestina dan Arab lemah, lapor Palestinian Information Center yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu. 

Dia mengatakan bahwa Ketua PA Mahmoud Abbas tidak berhak untuk melaksanakan proses negosiasi di tengah konsensus nasional Palestina yang menolak pembicaraan damai dengan Israel, menekankan kebutuhan untuk mencapai rekonsiliasi.

Di tengah pembicaraan damai itu, saat ini sedang berlangsung pembicaraan antara Hamas dengan Fatah tentang pembentukan pemerintahan konsensus nasional, diikuti oleh pemilihan umum setidaknya enam bulan setelah itu.

Sami Khater, Anggota Biro Politik Hamas, memperingatkan bahwa kerangka kerja perjanjian yang diusulkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tidak memenuhi batas minimum keinginan Palestina. 

Khater menyatakan penolakan total gerakannya atas negosiasi Israel-Palestina karena ketidakseimbangan kekuatan yang jelas mendukung penjajahan Israel “terutama bahwa hasilnya pasti akan mengorbankan pihak yang lemah”. 

“Rakyat Palestina tidak dapat menerima rencana Kerry yang menyatakan Yahudisasi Israel, netralitas kota Al-Quds (Yerusalem), pertukaran tanah, dan likuidasi hak kembali oarang orang Palestina di pengasingan,” ujar Khater. 

Khater mengatakan bahwa Hamas telah memberitahu tim negosiasi Otoritas Palestina atas penolakan dari proses negosiasi dengan Israel yang saat ini sedang berlangsung. 

Bahkan Sebuah jajak pendapat oleh Pusat Opini Publik Palestina melibatkan sekitar 1.000 warga Palestina dari Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem) Timur dan Jalur Gaza yang dilakukan antara 27 November hingga 10 Desember 2013 menunjukkan, mayoritas rakyat Palestina menolak pembicaraan damai dengan rezim penjajah Israel atas prakarsa Amerika Serikat.

Jajak pendapat dari Pusat Opini Publik Palestina yang berbasis di Beit Sahour City, dekat Betlehem, Tepi Barat itu juga menunjukkan, sebagian besar warga Palestina tidak melihat negosiasi tersebut menghasilkan perdamaian namun hanya meningkatkan konfrontasi dengan Israel.

Sementara itu, Dr. Ahmed al-Modalal, pemimpin Gerakan Jihad Islam, menyatakan bahwa putaran negosiasi saat ini datang untuk mengaburkan permasalahan Palestina, mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerahkan hak mereka yang sah. 

Al-Modalal juga menyerukan untuk kembali mengaktifkan opsi perlawanan untuk menghapus penjajahan dilakukan Israel dan mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat. (T/P02/E1/mirajnews.com)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply