MEDIA MASSA DAN DAKWAH

 

Oleh : Ali Farkhan Tsani

Redaktur Mi’raj News Agency (MINA) 

Sekretaris Jenderal Rabithah al-‘Alam al-Islamy (Sekjen RAI), Abdullah bin Abdul Mohsen Al–Turki, pada Konferensi Internasional ke-3 tentang Media Islam bertema “Media and Social Responsibility” di Jakarta, 3-5 Desember 2013 yang lalu mengatakan, media massa harus menciptakan citra positif  dan menyerukan perdamaian di dunia.

Media massa, menurutnya,  memegang peranan penting melaksanakan tanggung jawab sosial-nya untuk   menuju stabilitas, keamanan dan perdamaian, sebab agama Islam mengajarkan kedamaian dan anti kekerasan, memerangi terorisme, serta menjauhi intoleransi.

Sekjen RAI Al-Turki mengkritisi, saat ini, masih belum banyak media massa yang memberitakan ajaran-ajaran Islam tersebut, tapi banyak yang memberitakan segi-segi negatif. Terlebih saat ini dengan terjadinya berbagai pergolakan di negara-negara islam, terakhir di beberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim di Timur Tengah yang sejak 2011 mengalami pergolakan yang dikenal dengan Arab Spring. 

Dalam forum yang sama, Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, media massa perlu menyebarkan nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kerjasama kemanusiaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perbaikan umat dan bangsa.

Menurutnya, salah satu fungsi media massa yang penting adalah mengemban tanggungjawab dakwah sebagai wujud tanggungjawab sosial media dengan tujuan memberitakan agama dan nilai-nilai agama yang sebenarnya, sehingga juga dapat meluruskan pemahaman-pemahaman yang mungkin kurang tepat.

 

Makna Dakwah

Kata -dakwah- berasal dari Bahasa Arab yang artinya mengundang, memanggil, menyeru, mengajak.

Syaikh Ali Mahfudz menjabarkannya dalam arti lebih luas, yakni mendorong dan mengajak manusia untuk berbuat baik, memberi petunjuk, menyuruh yang makruf dan melarang yang munkar, untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dakwah dan media massa mempunyai kaitan erat, dakwah merupakan isi yang akan disampaikan ke masyarakat, sedangkan media massa adalah sarananya.

Dakwah dalam arti menyampaikan ceramah atau pengajian di masjid, musholla atau majelis taklim terbatas pada dinding dan diameter terbatas, sejauh mana suara dapat didengar ; sedangkan dakwah melalui media massa, apalagi online menjangkau dunia yang lebih mengglobal (world wide).

Sementara itu media massa memiliki empat fungsi yang melekat dalam dirinya, yaitu sebagai pemberi informasi (to inform), memberikan pendidikan (to educate), mempengaruhi para fihak  (to influence) dan memberikan hiburan (to entertain).

Dalam masa maraknya era multimedia sekarang ini, televisi dinilai sebagai media dakwah yang sangat efektif, karenanya alangkah baiknya bila siaran dakwah di televisi dalam bentuk tausiyah, dialog, sinetron atau bentuk lainnya, perlu lebih padat dengan tuntutan agama daripada sekadar tontonan saja. Sekarang masih banyak tayangan  televisi yang lebih mengikuti selera pasar untuk meningkatkan pendapatan, sehinga  menayangkan dakwah yang lebih banyak menghibur daripada yang serius.

 

Perlu jadi perhatian

Wakil Dekan Fakultas Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr.Ahmad Sarbini, mengatakan, sah-sah saja dakwah melalui media dengan cara menyenangkan. “Tetapi jangan banyak hiburan atau guyonan berlebihan. Perlu mengedukasi masyarakat dengan lebih cerdas dan selektif,” katanya.

Di tengah persaingan media massa, pesan-pesan dakwah dalam arti luas, harus tetap dilaksanakan oleh pelaku media terutama dari kalangan media muslim, dengan lebih kreatif, cerdas, kompetitif dan tetap berlandaskan syariah.

Itu semua agar nilai-nilai kebenaran, kebaikan, keberkahan dan kedamaian tetap eksis mengisi jiwa-jiwa manusia yang saat ini kian memerlukan pencerahan dan tuntutan.  Dengan demikian media massa dapat menjalankan salah satu fungsinya melalui dakwah dengan cara yang baik dan benar. (R1/IR).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

MEDIA MASSA DAN DAKWAH,0 / 5 ( 0votes )

Leave a Reply