MENAG SERU UMAT ISLAM HARUS MENJADI SOLUSI

Tasikmalaya, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Menteri Agama Suryadharma Ali mengajak umat Islam tampil di depan untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang mendera bangsa dewasa ini.

“Kuncinya (permasalahan bangsa-red) ada pada umat Islam,“ kata Suryadharma saat bersilaturahim di Pondok Pesantren Suryalaya Tanjungkerta, Pagerangeung Tasimalaya,  (14/01), ungkap situs resmi Kemenag yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency), Selasa.

Jumlah populasi Muslim yang dominan, menurut Menag, menuntut peran aktif yang lebih nyata bagi  masyarakat di berbagai bidang mulai dari keagamaan, sosial, ekonomi, hingga politik.

Bermodalkan kepekaan terhadap sesama dan lingkungan serta bekal sumber daya manusia yang mumpuni, umat mesti menjadi tonggak perubahan bangsa dan negara. “Bila masyarakat miskin, maka ini berarti umat Islam miskin. Jika sejahtera maka maknanya Muslim sejahtera,” ujar Suryadharma.

Suryadharma berkunjung ke pesantren di Tasikmalaya yang pendirinya terkenal peduli dengan lingkungan sekitar. Pendiri pesantren dengan nama lengkap Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin tersebut memberdayakan pesantren guna membangun irigasi untuk sawah warga dan kincir angin untuk pembangkit listrik sehingga berdampak positif bagi peningkatan perekonomian warga. 

Menag pun menyebut sang pendiri pesantren almarhum KH Abah Anom sebagai contoh teladan berkonstribusi nyata untuk masyarakat itu. Abah Anom, kata Menag, sukses memosisikan pesantren dengan ragam ciri khasnya sebagai solusi jitu merehabilitasi para korban penyalahgunaan narkoba.

Lebih dari 23 pesantren “Inabah” berdiri di berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Konsep keseimbangan dalam pola keagamaan yang diteladankan Abah Anom, penting dijadikan inspirasi bagi generasi penerus sebagai bentuk tanggungjawab terhadap lingkungan. 

Lebih lanjut, Suryadharma juga mengajak umat beragama menjaga keharmonisan dan kerukunan. Baik internal umat seagama ataupun antarumatberagama. Kerukunan adalah modal utama bagi stabilitas dan laju perekonomian nasional. Umat Islam mesti pula ambil bagian sebab bagaimanapun Risalah Samawi tersebut menekankan persatuan, perdamaian, dan keharmonisan, melalui ajaran-ajarannya yang universal, menebarkan kebaikan untuk alam semesta. “Jangan saling bercerai-berai,” kata dia.(T/P03/E02/Mi’raj News Agency)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply