MESIR BUKA PERLINTASAN RAFAH TIGA HARI

Kairo, 18 Rabi’ul Awwal 1435/20 Januari 2014 (MINA) – Duta Besar Palestina untuk Mesir Barakat Al-Farra menyatakan, pihak berwenang Mesir memutuskan untuk membuka perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza di kedua arah selama tiga hari mulai Selasa ini.

Al-Farra mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Mesir dan pihak terkait atas upaya mereka untuk meringankan penderitaan rakyat di Jalur Gaza, demikian Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa.

Gerbang Rafah sempat dibuka dua hari pada Rabu (8/1) dan Kamis (9/1) setelah ditutup selama hampir dua pekan dan sempat dibuka khusus untuk delegasi kemanusiaan dari Italia masuk ke Jalur Gaza.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Perlintasan Batas Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan, Sabtu (18/1) lalu,  pihaknya sedang melakukan kontak dengan pemerintah Mesir untuk membuka kembali penyeberangan, namun usahanya tidak berhasil. Dilaporkan bahwa bahwa jumlah warga terlantar di kedua sisi perbatasan meningkat.

Pihak Palestina meminta pihak berwenang Mesir untuk mengindahkan panggilan ribuan warga Palestina yang terlantar, terutama mereka yang tinggal di negara lain.

Sejak militer menggulingkan Muhammad Mursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara sah, militer Mesir telah memperketat kontrol atas perbatasan dengan Jalur Gaza.

Perlintasan Rafah adalah satu-satunya pintu keluar-masuk bagi  sekitar 1,8 juta penduduk Gaza sebagai akses menuju dunia luar akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama  tujuh tahun  terhadap daerah kantong Palestina itu dan yang terus berlanjut hingga sekarang.

Keadaan ini diperparah lagi dengan larangan rezim militer Mesir yang mengakibatkan ribuan orang yang akan keluar/masuk Jalur Gaza-Mesir terlantar di perbatasan kedua negara itu (Palestina-Mesir).

Blokade Israel dan kebijakan penutupan Rafah oleh Mesir telah membatasi impor dan ekspor dari/ke  Jalur Gaza dan telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan kesulitan memperoleh bahan pokok, bahan bakar dan kehidupan yang layak bagi warga Gaza.Penutupan total Rafah telah menjadikan Jalur Gaza sebagai “penjara terbesar di dunia”. (T/P02/EO2/mirajnews.com)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply