MESIR LAKUKAN PEMUNGUTAN SUARA KONSTITUSI “KONTROVERSIAL”

Warga sedang mengantri untuk pengambilan suara di New Cairo, Selasa (14/1) (Foto: MENA)

Kairo, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2013 (MINA) – Warga Mesir mulai melakukan pemungutan suara pada Selasa (14/1) terkait referendum konstitusi yang masih menjadi kontroversi  karena diubah di tengah jalannya pemerintah sementara yang didukung militer.

Harian Al-Ahram Mesir yang dikutip Mi’raj News (MINA) melaporkan, warga berkumpul di sejumlah titik seperti Nasr City, Giza, Alexandria untuk melakukan voting dalam dua hari referendum yang diselenggarakan pemerintah pasca penggulingan presiden pertama hasil pemilu demokratis Mesir, Muhamad Mursi.

Aliansi anti kudeta mengatakan referendum yang sah adalah konstitusi 2012 ketika presiden terguling Mursi memimpin, sedangkan referendum yang kini diubah setelah kudeta dibentuk atas kepentingan dan dukungan militer.  Oleh karenanya, aliansi yang terbentuk dari gabungan sejumlah ormas menyerukan boikot untuk referendum yang kini sedang dalam proses pemungutan suara.

Sementara menurut  laporan Egypt Independent yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency), di kota Delta Nil Tanta, sekitar 40 perempuan berbaris di sebuah TPS di sekolah dasar. Sekitar selusin anggota polisi dan tentara tampak berjaga-jaga.

Media tersebut menambahkan, Sebuah ledakan terdengar di Kairo sebelum pemungutan suara  siang hari dimulai. Sumber keamanan menyebutkan, ledakan terjadi di dekat kompleks pengadilan di distrik Imbaba. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Sedangkan, dalam website resminya,Ikhwanul Muslimin menyerukan rakyat untuk memboikot pemungutan suara, dan mengajak warga untuk tidak mendengarkan pidato-pidato pihak militer, sebagaimana mereka ungkapkan “darah para syuhada yang dibunuh pada saat demonstrasi  lalu masih mengalir dari mulut pemimpin kudeta.”

Lebih dari 52 juta warga  Mesir telah terdaftar untuk memberikan suara di tempat pemungutan suara, yang dibuka pada Selasa dan Rabu.

Seruan ulama Qardhawi untuk boikot

Ketua Persatuan Ulama Dunia, Dr. Yusuf Qardhawi mengajak rakyat Mesir untuk memboikot  konstitusi pemerintah hasil kudeta pada referendum tanggal 14 dan 15 Januari. Dalam sebuah wawancara ia mengatakan bahwa konstitusi baru akan  mengembalikan Mesir mengulang  era 60 tahun berkuasanya rezim lama yang korup, lalim dan bejat.

Ia menambahkan, “Rakyat telah memilih presiden dan menyusun konstitusi yang sah, namun militer telah mengkudeta dan mengubahnya, dan ini tidak diberlakukan saat pemerintahan Mubarak.” Dr. Yusuf Qardhawy juga menuntut pembebasan Mursi yang tidak diketahui pasti kabar dan keberadaannya.

Aksi boikot atas konstitusi baru oleh organisasi dan LSM Mesir  marak dalam beberapa hari , diantaranya  oleh Aliansi Nasional Pro Legitimasi dan Koalisi Revolusioner Mesir. Aksi anti konstitusi juga dilakukan sejumlah rakyat Mesir di London, Inggris.(T/P03/E02/Mi’raj News)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply