MESIR TAHAN LAGI KORESPONDEN AL JAZEERA

Kairo, 15 Rabi’ul Awwal 1435/17 Januari 2014 (MINA) – Pihak keamanan Mesir menahan lagi salah satu koresponden Al Jazeera pada Rabu (15/1) di salah satu kegubernuran Mesir, Fayoum saat  melakukan liputan kendaraan lapis baja militer di depan salah satu TPS.

Pemerintah sementar Mesir yang didukung militer membredel media yang berbasis di Qatar itu sejak militer menggulingkan presiden Muhamad Mursi 3 Juli 2013, termasuk menangkap tiga jurnalis mereka dalam tiga minggu ini, Egypt Independent yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Peter Greste, Mohamed Fadel Fahmy dan Baher Mohamed wartawan Al Jazeera berbahasa Inggris ditangkap pemerintah sementara Mesir pada 29 Desember dan masih ditahan hingga hari ini.

Al Jazeera dalam pertanyaan resminya menuntut pembebasan para wartawan dan  mengatakan komunitas media internasional mengecam penangkapan itu.

Hampir 40 koresponden dan editor yang mewakili 29 organisasi media internasional mengirim surat kepada pihak berwenang Mesir untuk menuntut pembebasan segera para wartawan. Surat itu ditandatangani Christiane Amanpour, kepala koresponden internasional CNN dan anggota dewan Komite Perlindungan Jurnalis, koresponden internasional utama BBC Lyse Doucet, dan reporter  serta editor NPR, The Washington Post, Le Monde, France 24 dan The  Economist, dan media lainnya. 

“Kami sangat prihatin mengetahui bahwa rekan-rekan kami,  mereka adalah wartawan baik dan dihormati, mungkin menghadapi tuduhan yang  berkaitan dengan ‘organisasi teroris’ dan menyebarkan berita palsu yang bisa membahayakan keamanan nasional,” para wartawan mengatakan dalam surat itu, sebagaimana dikutip media barat The Journalist.

Sejak Mursi digulingkan, pemerintah sementara Mesir menutup segala pergerakan Ikhwanul Muslimin dan yang berafiliasi pada mereka, mengembalikan organisasi Islam terbesar di Mesir ini kembali pada rezim Mubarak. (T/P03/E1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply