OPOSISI SURIAH HARUS HADIRI KONFERENSI JENEWA II

Paris, 11 Rabi’ul Awwal 1435/13 Januari 2014 (MINA) – Kelompok utama “Teman Rakyat Suriah”  menyelenggarakan pembicaraan di Paris, ibukota Perancis, Ahad, dengan para menteri dari negara-negara peserta, mereka mengatakan Perundingan Jenewa II harus berjalan dengan partisipasi oposisi Suriah.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Perancis itu, dihadiri oleh Turki, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania serta delegasi oposisi Suriah yang dipimpin oleh Ahmad al-Jarba.

Jenewa II akan diselenggarakan 22 Januari yang bertujuan mengakhiri perang saudara Suriah dengan mempertemukan rezim Suriah dan oposisi untuk membahas pemerintahan transisi untuk Suriah, Russia Today melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Para anggota kelompok tersebut membahas rincian konferensi perdamaian yang akan diselenggarakan di Jenewa yang akan berunding dengan rezim Suriah selama pertemuan.

“Tidak ada solusi selain solusi politik untuk mengakhiri krisis di negara ini (Suriah) dan tidak akan ada solusi politik untuk Suriah kecuali pertemuan Jenewa II,” kata Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius usai pertemuan.

“Aspek yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah bahwa kita semua setuju untuk mengatakan, Assad dan keluarganya tidak memiliki masa depan di Suriah,” kata Ketua Koalisi Nasional Suriah untuk Oposisi dan Pasukan Revolusioner, Ahmad al-Jarba.

Sebuah komunike dirilis pada akhir pertemuan yang mengatakan, rakyat Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri dengan bebas serta mengecam keras serangan rezim Suriah di negara itu.

Komunike tersebut juga meminta Rusia dan Iran meletakkan keberpihakan mereka kepada rezim Suriah untuk solusi damai dan mengakhiri bentrokan.  Mereka yang melakukan kejahatan perang harus tampil di depan pengadilan kejahatan perang.

Selain itu, hasil pertemuan juga meminta semua kelompok bersenjata di Suriah untuk menghormati nilai-nilai demokratis dan pluralis serta memungkinkan bantuan kemanusiaan dan pers masuk ke daerah. (T/P09/E1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply