PALESTINA MINTA MESIR BUKA RAFAH SEPENUHNYA

Gaza City, 6 Rabi’ul Awwal 1435/8 January 2014 (MINA) – Pemerintah Palestina di Jalur Gaza meminta pihak berwenang Mesir kembali meninjau kebijakan pembukaan Rafah saat ini yang menutup perlintasan itu dalam waktu yang lama dan membukanya hanya beberapa hari saja.

Setelah pertemuan pekanan pada Selasa (7/1) malam, pemerintah Palestina melaporkan, pihak Mesir telah menutup Rafah selama 100 hari sejak kudeta militer terhadap presiden negara itu, Muhammad Mursi, awal Juli 2013 lalu.

Pemerintah Palestina menyatakan, penutupan perlintasan Rafah merupakan tindakan melanggar konvensi internasional dan meningkatkan penderitaan rakyat Gaza, lapor Palestine Information Center sebagaimana diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pemerintah Palestina memperingatkan bahwa penutupan perlintasan Rafah bagi jalur keluar masuk orang serta mencegah masuknya bahan bangunan dan bahan bakar akan memperburuk pengepungan ketat di wilayah Jalur Gaza.

Pemerintah Palestina juga menyatakan masyarakat internasional bertanggung jawab atas penderitaan lanjutan yang diderita rakyat Palestina di Jalur Gaza karena diam atas pengepungan Israel yang tidak adil terhadap Gaza.

Pemerintah Palestina telah melakukan upaya dan kontak negara-negara Arab untuk mengakhiri pengepungan Israel di Jalur Gaza sejak 2007.

Dalam hal terkait, pemerintah Palestina memuji ketabahan rakyat Palestina atas kesulitan yang diderita mereka, memuji para staf pemerintah atas peran penting mereka dalam mengurangi penderitaan rakyat Palestina.

Selanjutnya, pemerintah Palestina menghargai pidato penting Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah dan langkah-langkah positif untuk mencapai rekonsiliasi dan mendeklarasikan bahwa tahun 2014 akan menjadi tahun rekonsiliasi Palestina. (T/P02/E1)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply