SEKJEN PBB DESAK PERTEMUAN KUWAIT BANTU PENGUNGSI SURIAH

New York, 13 Rabi’ul Awwal 1435/15 Januari 2014 (MINA) – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon berharap agar wakil-wakil negara donor yang akan bertemu di Kuwait mampu menghimpun dana yang selanjutnya akan digunakan untuk membantu para pengungsi Suriah.

“Saya merasa sedih menyaksikan para pengungsi di kamp Kawrgosik di  Irak,  ” kata Ki-Moon menjelang keberangkatannya ke pertemuan negara donor di Kuwait, ” ungkap Kantor Berita Anadolu  yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Rabu.

Dalam pertemuan itu para negara donor diharapkan sepakat mengumpulkan dana yang nantinya akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan ke Suriah.

“Apa yang saya saksikan sangat menyedihkan, “kata Ban setelah bertemu satu  keluarga dengan dua gadis muda di sebuah tenda pengungsi di kawasan timur laut Irak, ‘ tuturnya.

Konferensi  pertama penggalangan dana bantuan bagi Suriah yang berlangsung di Kuwait pada Januari 2013 berhasil menghimpun dana bantuan sebesar 1,5 miliar dolar AS  bagi operasi kemanusiaan untuk  pengungsi Suriah. Kebutuhan pendanaan  bagi bantuan kemanusiaan Suriah saat ini diperkirakan  mencapai 6,5 miliar dolar AS yang diharapkan bisa diperoleh dari pertemuan Kuwait kedua.

“Kami akan mencoba untuk memobilisasi seluruh bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi Suriah seperti pengadaan  tenda, air bersih, pendidikan. Apa saja yang mereka butuhkan, kami akan siapkan. Saya juga prihatin tentang cuaca dingin disana, sehingga kami akan mencoba untuk memberikan bantuan menghadapinya ” kata Ban.

Konferensi penjaminan bantuan kemanusiaan yang dibuka Rabu ini dinilai sebagai “peristiwa penjaminan kemanusiaan yang sangat penting. Pertemuan akbar tersebut akan dibuka oleh Emir Kuwait, Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah dan dihadiri sejumlah pemimpin di kawasan itu.

Kamp pengungsian Kawrgosik didirikan di perbatasan Administrasi Kurdi Irak dan Suriah dengan bantuan badan pengungsi PBB UNHCR pada bulan Agustus 2013. Pada awalnya kamp tersebut dirancang untuk menaungi  sekitar 15.000 pengungsi Suriah yang bermigrasi ke bagian negara Irak.

Pemerintahan Kurdi telah mendirikan kamp-kamp pengungsi lain di daerah tersebut, termasuk situs transit dengan koridor kemanusiaan ke timur laut Suriah.

“Saya sangat memuji komitmen tersebut sesuai dengan  prinsip kemanusiaan, ” tandas Ban meluapkan ekspresinya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kurdi setempat yang telah bersedia menampung  lebih dari 200.000 pengungsi dari Suriah.

“Di mana pun mereka berasal, apa pun situasi mereka, penderitaan mereka berarti ketidakadilan. Mereka membutuhkan keamanan dan keadilan, ” kata Ban.

“Masyarakat internasional harus membantu  para pengungsi tersebut, sampai mereka dapat kembali ke rumah mereka,” kata Ban sebelum berangkat ke Kuwait.

Ban Ki -moon mengatakan, tentang prospek kedepan untuk mengakhiri konflik di Suriah, sementara Perwakilan PBB, Lakhdar Brahimi” juga mengatakan, diperlukan kerja keras dunia internasional untuk menciptakan perdamaian (ke Suriah) melalui negosiasi,”

“Ia berharap, dengan solidaritas  masyarakat internasional dan dukungan yang kuat untuk proses perdamaian Suriah, para pengungsi i akan dapat kembali ke rumah mereka secara bermartabat dan keadilan” tambah Ban. (T/P012/E02/Mi’raj News)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Leave a Reply