PEMBICARAAN DAMAI SUDAN SELATAN TERTUNDA

      Addis Ababa, Ethiopia, 3 Rabi’ul Awwal 1435 / 4 Januari 2014 (MINA) – Juru runding Pemerintah Sudan Selatan dan fihak  oposisi mengatakan, pembicaraan damai dengan harapan disepakatinya gencatan senjata dan berakhirnya perang saudara, telah tertunda.

    Menteri Informasi Sudan Selatan Michael Makuei, dam  juru bicara oposisi Yohanis Musa Pouk, mengatakan kedua pihak tidak akan bertemu dulu sampai selesainya disusun agenda oleh negosiator dan kemudian disetujui oleh kedua belah pihak.

     Namun tidak disebut jadwal yang jelas, kapan akan selesai menyusun agenda, Al Jazeera melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu.

Kementerian Luar Negeri Ethiopia selaku mediator yang juga negara tuan rumah pertemuan,  mengatakan, hari Jumat, kedua belah pihak mengadakan pertemuan pendahuluan sebelum memulai negosiasi resmi dalam upaya untuk mengakhiri hampir tiga minggu konflik.

      Juru bicara Kementerian Dina Mufti mengatakan, pertemuan itu diperlukan untuk menjembatani perbedaan menjelang pembicaraan langsung.

      “Saya tidak bisa memprediksi bila perundingan akan diadakan, tergantung pada negosiasi kedua fihak, ” tambah Mufti.

     Kekerasan pertama meletus di Sudan Selatan pada 15 Desember, ketika Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menuduh mantan wakilnya Riek Machar mencoba melakukan kudeta. Namun Machar menyangkal dan menuduh Kiir melakukan pembersihan terhadap lawan-lawan politiknya.

     Pertempuran menyebar sejak itu di seluruh negeri di mana oposisi merebut beberapa daerah di utara yang kaya minyak.

     PBB mengatakan, sekitar 200.000 warga sipil terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan kepada pasukan penjaga perdamaian PBB.

    Jacob Kurtzer, perwakilan Komite Palang Merah Internasional mengatakan para pengungsi membutuhkan bantuan segera.

     PBB mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mencegah berlanjutnya “tindakan kekerasan yang mengerikan” di Sudan Selatan. (T/P09/IR).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

 

Leave a Reply