PEMILU DI MESIR USAI, PARTISIPASI SANGAT MINIM

Kairo, 14 Rabi’ul Awwal 1435 H/ 16 Januari 2014  ( MINA)- Pemilu Mesir yang diselengarakan pada 14-15 Januari telah selesai, diwarnai sejumlah protes kekerasan serta minimnya partisipasi warga yang memiliki hak pilih untuk mendatangi TPS.

 Koresponden Mi’raj News (MINA) Dany Novery dari Kairo pada Rabu 15/1) melaporkan para demonstran masih turun ke jalan-jalan untuk memboikut Pemilu, sementara itu aparat keamanan mencoba membubarkanya dengan gas airmata. Dalam Konferensi Pers, Panitia Pemilu Raya Mesir mengatakan pengumuman  hasil pemungutan suara akan disampaikan Sabtu.

Minimnya partisipasi warga sudah terasa sejak awal TPS dibuka pagi hari, Dany melanjutkan, tidak ada tanda-tanda calon pemilih akan berdatangan, hanya terlihat kerumunan  polisi dan tentara yang berjaga-jaga sekitar TPS, namun Panitia pemilu berharap warga akan datang melakukan coblosan petang atau malam hari seusai jam kerja. Foto-foto yang dimuat di sejumlah media lokal juga umumnya mencerminkan kosongnya TPS namun banyaknya aparat keamanan.

 Sementara itu, Perdana Menteri pemerintah sementara Mesir, Hazim Bablawi mengapresiasi rakyat warga yang hadir untuk mencoblos di putaran pertama pemilu. ia mengharap hari kedua, Rabu partisipasi warga akan meningkat.

 Pihak pemerintah menyatakan partisipasi masyarakat dalam  Pemilu kali ini sangat baik, sebaliknya Aliansi Nasional Anti  Kudeta menyebutkan hanya 10 persen saja rakyat yang berpartisipasi dan  mereka menuduh Militer melakukan kecurangan.

 Sama seperti hari sebelumnya, Rabu pagi waktu setempat, para pendemo turun kejalan-jalan untuk memboikot Pemilu . Di Distrik Heliopolis, tampak ribuan orang turun dan memenuhi jalan-jalan sebelum akhirnya pihak keamanan membubarkan dengan menembakkan gas airmata.

 Rencananya para pengunjukrasa  akan meneruskan demo hingga hari yang mereka sebut sebagai  “Sempurnanya Revolusi” pada tanggal 25 Januari mendatang.(L/K.11/E02/Mi’raj News )

 

 

Leave a Reply