PENGAMAT ISRAEL : ANCAMAN AL SISI KE GAZA BERTUJUAN MENARIK PERHATIAN AS

 

Kairo,15 Rabi’ul Awwal 1435/17 Januari 2014 (MINA) –  Pengamat senior Israel, Ravin Berko mengatakan  diulangnya kembali ancaman Menteri pertahanan Mesir Abdul Fattah Al Sisi terhadap kelompok Hamas di Jalur Gaza bertujuan untuk menarik perhatian AS

Berko yang sebelumnya menjabat sebgai Intelejen Israel mengatakan Al Sisi sedang mencari perhatian AS melalui ancaman-ancaman tersebut  dan berusaha mendapatkan dukungan mereka (AS) atas “pencapaian-pencapaian” dalam melawan “ Organisasi-Organisasi Teroris”

 Harian berita Israel melaporkan  seperti dinalsir MEMO dikutip MINA (Mi’raj Islamic News Agency) pada Jum’at (17/1), bahwa Berko telah menunjukkan  ada unsur-unsur dalam pemerintah militer yang didukung Mesir yang percaya bahwa tanpa pengawasan ketat atas Hamas di Jalur Gaza, kelompok Ikhwanul Muslimin tidak akan berhasil dibasmi.

Berko menyarankan bahwa Mesir bisa saja menyerang Jalur Gaza sementara intelijen Mesir bisa memperkuat blokade yang sedang berlangsung di Gaza dan mendorong aksi-aksi protes massa terhadap Hamas. Namun, sulit untuk membayangkan tentara Mesir memasuki Jalur Gaza tanpa koordinasi dengan Israel untuk mengembalikan kekuasaan Otoritas Palestina.

Jika Otoritas Palestina kembali ke Jalur Gaza, hal  itu bisa meningkatkan legitimasinya dengan menyatukan Tepi Barat dan Jalur Gaza, namun demikian, lanjut Berko,jika skema tersebut berhasil,  belum tentu membuat  keamanan di sisi Israel akan membaik, karena Hamas tentunya akan terus berupaya dengan kekuatan penuh, untuk terus melancarkan aksi serangannya  terhadap pemerintah Yahudi itu.

Sementara itu, Radio Pemerintah Israel melaporkan bahwa salah satu alasan utama yang mendorong kesepakatan Senat AS untuk menyediakan 1,5 miliar dolar AS bantuan ke Mesir sebagai wujud kekhawatiran mereka atas perjanjian damai Camp David antara Israel dan Mesir.

Menurut radio Israel,duta besar Israel untuk AS, Ron Demer dan Kepala Israel Dewan Keamanan Nasional Yossi Cohen telah memainkan peran sentral untuk membujuk para pemimpin Kongres AS  melanjutkan dukungan negara itu kepada Mesir.

 Radio itu mengatakan bahwa  Demer dan Cohen telah sering bertemu dengan anggota Senat yang awalnya enggan untuk mengucurkan bantuan yang bertentangan dengan  hukum AS sendiri  yang melarang setiap pemberian bantuan kepada setiap pemerintahan yang terbentuk dengan menggulingkan pemerintah sebelumnya yang dipilih secara demokratis (pemerintahan Mursi-red).

Menurut radio itu, jika bukan akibat tekanan besar dari para pelobi pro-Israel, pemerintah AS tidak akan mampu meyakinkan para pemimpin Kongres untuk melanjutkan bantuannya ke pemerintah Mesir yang berkuasa saat ini (rezim Al Sisi-red) .

Israel, lanjut ulasan radio tersebut – dalam upaya meyakinkan AS dan sekutu-sekutunya untuk melanjutkan bantuan kepada Mesir – mengacu pada studi yang dilakukan Direktorat Intelijen Militer (Aman) – yang mengungkapkan risiko akan munculnya risiko terulangnya kembali aksi-aksi kekerasan jika kelompok  Ikhwanul Muslimin kembali berkuasa.”Seluruh pejabat Israel yang berbicara di depan Kongres telah menegaskan bahwa masa depan perjanjian Camp David akan berada dalam bahaya besar jika AS tidak mendukung kekuasaan militer”, demikian ulasan radio tersebut..

Koran Maariv Israel mengungkapkan pada Juli 2013 bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta duta besar Israel di seluruh dunia untuk menjelaskan bahwa Israel mendukung  pemerintahan yang didukung militer di Mesir. (T/P010/Mi’raj News)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply