PENGUNGSI SURIAH ADAKAN HOME SCHOOLING BAGI ANAK

Bandar Lampung, 17 Rabi’ul Awwal 1435/19 Januari 2014 (MINA) – Anak-anak korban perang Suriah mengikuti Home Schooling untuk terus melanjutkan pendidikan mereka, ungkap dr. Solichin Prasetyo, relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) saat ditemui Miraj Islamic News Agency (MINA) usai menjadi pembicara pada acara Kajian Timur Tengah mengenai Konflik Suriah di Metro, Lampung, Ahad (19/01).

“Untuk melanjutkan pendidikan yang terhenti akibat perang, mereka mengikuti Home Schooling yang diadakan relawan dan masyarakat sekitar tempat pengungsian,“ ujar Solichin yang pernah berada di Suriah selama satu bulan pada 2013 lalu.

Kondisi ini sangat miris ditengah perang dan kelaparan, anak-anak Suriah masih terus berusaha untuk melanjutkan pendidikan mereka yang sebelumnya pun sudah ada upaya sistematis oleh pemerintah Suriah untuk mengkerdilkan akidah para pelajar di sana.

“Sebelum pecah peperangan, anak-anak di Suriah menerima pelajaran yang diarahkan kepada sekularisme dan liberalisme, ini upaya untuk mengkerdilkan akidah,“ tegas Solichin yang akrab disapa dokter Pras ini.

Solichin juga menambahkan, pengungsi korban perang Suriah sangat senang menerima bantuan dari masyarakat Indonesia dibandingkan bantuan dari negara lain.

“Kami lebih memilih bantuan dari masyarakat Indonesia daripada negara lain, karena kami yakin walau hanya beberapa dolar, negeri yang jauh ini memberikan bantuannya dengan ikhlas,“ kata Solichin menirukan salah seorang pengungsi penerima bantuan di Suriah.

Konflik berkepanjangan di Suriah telah mengakibatkan banyak korban berjatuhan termasuk anak-anak dan perempuan. Ini juga mengakibatkan terbengkalainya pendidikan bagi anak-anak di sana.

Kajian Timur Tengah yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Buletin Sinar Melati juga menggalang dana yang diberikan untuk pengungsi Suriah.

“Hari ini terkumpul sejumlah Rp.2.784.300 yang kami serahkan langsung ke HASI untuk disalurkan bagi muslim di Suriah,“ kata Sekretaris IMM, Yoga Hasdiantoro.(L/K01/EO2/mirajnews.com)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply