PERDANA MENTERI BANGLADESH BUKA DIALOG JIKA KERUSUHAN BERAKHIR

Dhaka, 5 Rabi’ul Awwal 1435/7 Januari 2014 (MINA) – Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan akan membuka dialog jika para pesaing politiknya bersedia mengakhiri aksi-aksi kerusuhan yang mereka lancarkan.

Kepada media lokal di Dhaka pada hari Senin, Hasina membantah telah terjadi krisis di negaranya dan menilai pemilihan umum sudah sesuai demokrasi dan konstitusi.

Laporan yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA) dari Al Jazeera tersebut selanjutnya mengungkapkan, Hasina dari Partai berkuasa Liga Awami pada Ahad memenangkan salah satu pemilu paling kejam dalam sejarah negara itu, yang dirusak oleh aksi kekerasan di jalanan, ditandai jumlah pemilih yang rendah dan aksi boikot dari kelompok oposisi.                                                                                                                   Setidaknya 24 orang terbunuh dalam pesta demokrasi tersebut, sementara ratusan TPS diserang oleh pendukung oposisi.

Perdana Menteri mengatakan, ia telah menawarkan kepada pemimpin oposisi Khaleda Zia, kesempatan untuk bergabung dengan pemerintah lintas partai sementara, menjelang pemungutan suara.

“Dengar! Saya mencoba yang terbaik. Saya katakan, saya menawarkan pelayanan, saya menawarkan berbagi kekuasaan dengan kelompok oposisi. Saya telah melakukan sebanyak yang bisa saya lakukan, tetapi mereka tidak menanggapi,” katanya kepada wartawan asing di Dhaka.

“Jika mereka datang untuk berdiskusi dengan kami, mereka harus meninggalkan segala bentuk praktek-praktek aksi terorisme, karena apa yang mereka lakukan itu benar-benar membunuh orang, membunuh polisi. Orang-orang yang tidak bersalah.”

Kebuntuan politik, lanjutnya, hanya akan menjerumuskan Bangladesh ke dalam kekacauan dan kemandegan ekonomi, dan pada gilirannya akan memicu lebih banyak   aksi kekerasan di negara miskin berpenduduk 160 juta jiwa itu.

Hasina mengatakan, melalui boikot oleh oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), bukan berarti akan ada masalah legitimasi dan BNP menolak mengambil bagian dalam jajak pendapat setelah Hasina menolak tuntutan oposisi agar ia mengundurkan diri dan memungkinkan pemilihan diselenggarakan oleh pemerintah sementara yang netral.

Sementra Wakil Presiden BNP Shamsher Chowdhury mengatakan, jumlah pemilih yang rendah menunjukkan keinginan besar rakyat untuk pemilu yang diawasi oleh pemerintahan yang netral sedangkan  Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam sikap kedua pihak yang bertikai dan meminta mereka melanjutkan dialog yang bermakna untuk segera mengatasi harapan rakyat Bangladesh.(T/P09).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply