PERDANA MENTERI PALESTINA TOLAK LABEL “TERORIS” BAGI IKHWANUL MUSLIMIN

      Gaza, 30 Shafar 1435/2 Januari 2014 (MINA) – Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah di Gaza mengutuk dan menolak penyebutan Ikhwanul Muslimin sebagai “kelompok teroris” oleh pemerintah Mesir pekan lalu.

    Pemimpin Hamas itu menegaskan kembali solidaritas mereka terhadap Ikhwanul Muslimin yang digulingkan, meskipun Hamas mengaku tidak pernah mencampuri urusan internal Mesir, media Israel Haaretz melaporkan yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Kamis (2/1).

      “Kami menolak penyebuan  untuk kelompok Ikhwanul Muslimin,” kata Haniyah kepada wartawan.

      Jaksa dan pejabat Mesir mengatakan Ikhwanul Muslimin memiliki hubungan dengan pejuang Islam dalam negeri yang telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di seluruh Mesir.

    Mereka juga menuduh Ikhwanul Muslimin merencanakan kekerasan bersama dengan kelompok-kelompok Islam dari negara-negara tetangga, yaitu Hamas dan Hizbullah Libanon.

      Hamas yang dibentuk   tahun 1987 sebagai cabang Ikhwanul Muslimin di Palestina, memandang pelaku kudeta 3 Juli dan penangkapan Presiden Mesir Muhammad Mursi sebagai pecundang.

    Sejak itu, terjadi ketegangan antara Hamas dan pemerintah Kairo yang didukung militer, dengan memblokade Gaza dan membatasi perdagangan ke Gaza dengan menghancurkan terowongan-terowongan penghubung Mesir-Gaza dan menutup perbatasan Rafah.

     “Kami berusaha untuk menegaskan kembali bahwa kami tidak campur tangan dalam urusan internal Mesir,” tambah Haniyah.

    Pemerintah Mesir telah meningkatkan kampanye melawan Hamas di dekat perbatasan Gaza dengan menutup hampir 1.200 terowongan yang digunakan untuk menghidupi ekonomi bagi 1,8 juta orang penduduk Gaza.

      Israel juga mempertahankan blokade ketat di wilayah itu sejak Hamas mengambil alih Gaza tahun 2007 setelah memenangkan pemilihan parlemen di tahun sebelumnya, sedanagkan pihak Hamas enolak meninggalkan perjuangan bersenjata melawan Israel. (T/P09/P2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply