PERLINTASAN RAFAH DITUTUP AKIBAT GANGGUAN KOMPUTER

Rafah, 19 Rabi’ul Awwal 1435/21 Januari 2014 (MINA) – Pihak Mesir di perlintasan Rafah mengumumkan perlintasan Rafah yang biasa digunakan warga Palestina melintasi perbatasan ditutup sementara akibat gangguan jaringan komputer.

Direktur Jenderal Administrasi Umum Perlintasan Perbatasan Palestina Maher Abu Shabha di Jalur Gaza mengatakan, pihak Mesir di perlintasan Rafah melaporkan kepadanya mengenai kerusakan jaringan komputer di pihak mereka, setelah sebuah bis dan tiga kendaraan ambulans dari Gaza berhasil melintasi Rafah menuju Mesir, demikian dilaporkan Al-Ray yang dikutip Mi’raj News (MINA), Selasa.

Menurut catatan, kerusakan jaringan komputer sering kali terjadi di perlintasan Rafah, yang mengorbankan para musafir yang hendak berangkat dari Gaza.

Abu Sabha sebelumnya mengatakan, pemerintah menutup pendaftaran keberangkatan baru setelah jumlah pendaftar mencapai 5.000 dalam waktu tiga hari.

Otoritas Mesir membuka perlintasan Rafah di kedua arah setelah ditutup 12 hari berturut-turut pada Selasa pagi untuk tiga hari ke depan.

Pernyataan itu menekankan bahwa pihak Mesir akan memberikan prioritas bagi para pasien, pemegang kewarganegaraan asing, dan warga negara Mesir.

Sejak militer menggulingkan Muhammad Mursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara sah, militer Mesir telah memperketat kontrol atas perbatasan dengan Jalur Gaza.

Rafah adalah satu-satunya cara sekitar 1,8 juta penduduk Gaza dapat memasuki dunia luar setelah tujuh tahun embargo penjajah Israel terhadap daerah kantong Palestina itu dan terus berlanjut hingga sekarang.

Kebijakan militer Mesir tersebut telah menjadikan ribuan orang yang akan keluar dan masuk Jalur Gaza-Mesir terlantar di perbatasan kedua negara itu (Palestina-Mesir).

Blokade Israel dan kebijakan penutupan Rafah oleh Mesir telah membatasi impor dan ekspor dari Jalur Gaza dan telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan kesulitan memperoleh kehidupan yang layak bagi warga Gaza.Penutupan total Rafah ternyata menjadikan Jalur Gaza sebagai “penjara terbesar di unia”.        (T/P02/EO2/mirajnews.com)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply