PERSATUAN PENYIARAN ARAB GELAR KTT ANTAR SALURAN SATELIT DI RAMALLAH

Ramallah, 7 Rabi’ul Awwal 1435/9 Januari 2014 (MINA) – Persatuan Penyiaran Negara-Negara Arab (Arab States Broadcasting Union/ASBU) menggelar kegiatan Komite Tinggi untuk Koordinasi antara Saluran satelit Arab ke-17 di Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Konferensi yang digelar Rabu (8/1) hingga Ahad (12/1) itu merupakan yang pertama kalinya digelar di Palestina dan dilaksanakan atas undangan dari Kementerian Informasi Palestina serta Korporasi Radio dan Televisi Publik Palestina.

Namun, tidak semua anggota ASBU yang diundang dapat menghadiri pertemuan, karena penjajah Israel, yang mengontrol perbatasan, menolak mengeluarkan visa masuk untuk beberapa dari mereka, Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Peserta konferensi tersebut terdiri dari Kepala perusahaan TV, yang merupakan anggota dari ASBU; Kepala Saluran Arab Swasta yang ingin bergabung dengan Komite; perwakilan dari Liga Arab; Direktorat Jenderal ASBU; operator satelit Arab; media Arab; Organisasi Arab untuk Teknologi Komunikasi; Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Liga Arab.

Kepala PBC, Riyad al-Hassan, dalam sambutannya ketika membuka konferensi itu menyatakan penyesalannya atas adanya beberapa anggota media yang tidak diizinkan masuk oleh pemerintah penjajah Israel.

“Ini harga yang harus kita bayar pada tingkatan-tingkatan yang berbeda selama penjajahan berada di tanah kita, mencekik kita, dan mengganggu kehidupan kita,” katanya, Rabu (8/1).

Hassan juga mengatakan kepada para peserta, mereka akan melihat selama kunjungan mereka apa yang dilakukan penjajah Israel terhadap kehidupan sehari-hari penduduk Palestina dan dampak permukiman ilegal Israel pada kondisi geografis Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, yang juga mengancam masa depan negara Palestina.

Rencananya pertemuan tingkat tinggi itu akan mengagendakan beberapa topik penting, termasuk laporan tahunan tentang status penyiaran satelit Arab (2012-2013), gangguan dan tumpang tindih satelit; perkembangan teknologi yang terjadi di sektor audiovisual; serta peluncuran dan peningkatan terbaru jaringan sosial ASBU –MENOS.

Sementara Perdana Menteri Palestina di Tepi Barat, Rami Hamdallah mengatakan pada pembukaan  konferensi bahwa pemerintahnya akan melakukan semua yang bisa untuk memfasilitasi pembukaan kantor media Arab di Palestina.

Dia mengatakan dirinya berharap untuk lebih meningkatkan kerjasama antara rakyat Palestina dengan media Arab untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman mereka dan untuk menjaga isu Palestina hidup di media Arab.(T/P02/E1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply