POLISI MYANMAR PERAS KELUARGA MUSLIM ROHINGYA

 

 

Arakan, 17 Rabi’ul Awwal 1435/19 Januari 2013 (MINA) – Personil polisi Myanmar menangkap dan memeras satu keluarga Muslim Rohingya di Desa Du Cheeradan, Maungdawa, Arakan sebanyak satu juta kyat (sekitar Rp12,3 juta rupiah).

Kantor Berita Rohingya yang dikutip Mi’raj Islamic News (MINA), memberitakan Sabtu , menurut Hla Min, seorang saksi yang berprofesi sebagai guru di Maungdaw, polisi penjaga keamanan di desa Du Cheeradan – desa yang dihancurkan oleh keamanan dan warga Budha Rakhine beberapa hari lalu – pergi ke desa Gawdusara mencari Annis, menantu laki-laki Shawbir yang merupakan mantan orang kepercayaan intelijen militer.

Polisi menggeladah rumah Annis tapi orang yang dicari tidak ditemukan, sehingga ia pergi ke rumah mertua Annis di desa Du Cheeradan, tapi kembali gagal. “Akhirnya polisi menangkap mertua dan isteri Annis Jumat pagi,” kata Hla Min.

Menurut seorang kerabat Annis, polisi Myanmar itu tidak memberikan keterangan apa pun  terkait alasan  mengapa Annis hendak ditangkap sehingga polisi akhirnya membebaskan mertua dan isteri Annis tiga jam setelah membayar satu juta kyat.

Polisi dilaporkan kerap menuduh dan mencari warga etnis Rohingya yang mampu membayar uang tebusan.

Hal serupa dialami warga Rohingya bernama Sultan. Pasukan keamanan mendobrak pintu rumahnya di desa Gawdusara, Jumat malam, dan kemudian mengambil semua barang berharga  berupa uang, emas dan makanan serta biji-bijian lainnya.

“Setelah menjarah semua barang, polisi memfoto rumah,” kata seorang anggota staf desa yang minta namanya dirahasiakan.

Menurut dia, warga desa Kila Dong, Gawdusara, Bagonena dan desa lainnya, menjadi panik karena takut ditangkap oleh aparat keamanan dengan tuduhan palsu, demikian Kaladan Press Network yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA). (T/P09/E02/Mi’raj Islamic News ).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply