POLISI TURKI RAZIA BADAN AMAL UNTUK SURIAH

Istanbul, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Polisi anti-terorisme Turki menyerbu kantor sebuah badan bantuan kemanusiaan di perbatasan Turki-Suriah, karena mencurigai dijadikan sarang kelompok terkait kelompok al-Qaeda.

Al-Jazeera seperti dikutip Mi’raj News (MINA), Selasa melaporkan, polisi menggerebek kantor-kantor diduga berkedok Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) di kota Kilis, bagian selatan Turki yang berbatasan dengan Suriah, d an menahan satu orang.

“Kami melihat ini sebagai bagian dari plot kotor,” kata Wakil Presiden IHH, Huseyin Oruc.

Oruc mencatat, polisi tidak memberi alasan untuk serangan itu dan IHH membantah memiliki hubungan dengan al-Qaeda sebagaimana yang dituduhkan.

“Bantuan IHH dikirim untuk bayi dan anak-anak Suriah, dan mereka yang membeku dalam kedinginan. Ini adalah operasi untuk mengubah persepsi (tentang IHH),” kata IHH dalam pernyataannya.

Pada pada 1 Januari, media Turki melaporkan bahwa pasukan keamanan telah menghentikan sebuah truk bermuatan senjata dan amunisi di perbatasan Suriah dan menangkap tiga orang, termasuk seorang warga Suriah.

Supir truk mengklaim, mereka membawa bantuan atas nama IHH, tetapi organisasi itu membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai “fitnah”.

Menteri Dalam Negeri Efkan Ala juga membantah laporan itu dan mengatakan, truk itu pengiriman bantuan kepada masyarakat Turkmen.

IHH adalah lembaga kemanusiaan yang dianggap dekat dengan pemerintah Turki dan telah mengorganisir armada kapal yang membawa bantuan ke Gaza yang diserbu oleh pasukan komando Israel pada tahun 2010.

Kantor berita Dogan mengatakan, polisi melakukan penggerebekan kontra-terorisme di Istanbul dan lima kota lainnya, menahan setidaknya dua tersangka senior Al-Qaeda.

Turki telah mempertahankan kebijakan pintu terbuka sepanjang konflik Suriah, memberikan tali penyelamat ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi Suriah dengan memungkinkan bantuan kemanusiaan dan memberikan pengungsi rute keluar dari negeri konflik itu.

Tapi muncul kelompok al-Qaeda seperti Jabhat al-Nusra dan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di sejumlah wilayah di Suriah Utara dekat perbatasan, telah menyebabkan pemerintah Turki dituding memberikan dukungan bagi Islam radikal”, namun Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan telah berulang kali membantahnya. (T/P09/EO2/Mi’raj News).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply