PRESIDEN SEMENTARA AFRIKA TENGAH MENGUNDURKAN DIRI

 

N’Djamena, Chad, 8 Rabi’ul Awwal 1435/10 Januari 2014 (MINA) – Presiden sementara Republik Afrika Tengah Michel Djotodia, yang memperoleh kekuasaan melalui kudeta Maret 2013 yang lalu,  telah mengundurkan diri, sebagai hasil pertemuan puncak 10 negara Afrika bagian tengah yang tergabung dalam ECCAS, yang juga mengundang seluruh anggota Parlemen Afrika Tengah. 

Pengumuman hasil pertemuan dua hari di N’Djamena, ibukota Chad, yang berakhir Jumat, disampaikan oleh Ahmat Allami, Sekretaris Jenderal ECCAS, demikian Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ada pun pembicaraan untuk memutuskan kepemimpinan baru akan berlangsung di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah, di kemudian hari.

Sebelum ini telah banyak tekanan pada Djotodia untuk mundur setelah dia gagal menghentikan kekerasan antar-agama yang telah memaksa sejuta orang meninggalkan rumah mereka.

Pemimpin gerilyawan itu merebut kekuasaan dalam kudeta Maret 2013, ketika ribuan pasukannya menyerbu ibukota. Dia kemudian naik sebagai presiden sementara dan pemimpin oposisi Nicolas Tiangaye menjadi perdana menteri.

Sebelumnya, seluruh anngota parlemen Republik Afrika Tengah sebanyakl 135 orang dipanggil ke Chad oleh pemimpin 10 negara anggota ECCAS untuk mengadakan perundingan mencari solusi damai bagi negaranya yang terus bergolak. Pertemuas membahas nasib Presiden Michel Djotodia, yang dikecam karena gagal mencegah kekerasan sektarian antara Muslim dan mayoritas Kristen.

Presiden Chad Idriss Deby, yang memimpin 10 negara anggota ECCAS, membuka pertemuan di negerinya untuk menghentikan kekerasan sektarian yang telah menewaskan lebih 1.000 orang pada bulan lalu. (T/P09/IR).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Leave a Reply