PROTES SOLIDARITAS GAZA UNTUK KAMP YARMOUK YANG TERKEPUNG

Gaza, 3 Rabi’ul Awwal 1435/5 Januari 2014 (MINA) – Protes solidaritas untuk pengungsi Palestina yang terkepung di kamp Yarmouk Damaskus, Suriah, berlangsung di Gaza dan El-Bireh Tepi Barat, Sabtu (4/1).

Puluhan warga Palestina, yang kebanyakan anak-anak, mendirikan sebuah kamp solidaritas di depan markas besar Komite Palang Merah Internasional di Gaza, demikian laporan Ma’an News  yang diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Aksi itu diadakan sebagai bentuk solidaritas untuk orang-orang dan anak-anak Palestina di kamp pengungsi Yarmouk, yang berada di bawah pengepungan pasukan rezim Suriah sejak Juli tahun lalu.

Pengunjuk rasa menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertindak menyelamatkan anak-anak, perempuan, dan orang tua dari kelaparan.

“Anak-anak kamp Yarmouk di Suriah sekarat karena kelaparan dan kami menuntut mereka diberikan air dan makanan,” bunyi tulisan yang dibawa dalam protes.

“Kami datang dalam solidaritas dengan anak-anak dari kamp Yarmouk di Suriah yang sekarat karena kelaparan. Kami menuntut pembebasan mereka (dari pengepungan) dan makanan diperbolehkan masuk untuk memungkinkan mereka bertahan hidup,” kata Saima Rana, pengunjuk rasa muda.

Pengunjuk rasa lain, Muhammad Qwaider, meminta anak-anak di seluruh dunia melakukan protes  solidaritas untuk anak-anak Palestina di kamp Yarmouk yang mati kelaparan akibat konflik yang sedang berlangsung di Suriah.

“Para pengungsi di kamp mengalami genosida akibat dari pembatasan impor pasokan makanan,” kata pengunjuk rasa Hekmat Yousef.

“Dari jantung pengepungan yang kami hadapi (di Gaza) kami mengirim pesan mendukung orang-orang kami di kamp-kamp pengungsi di Suriah, terutama untuk Yarmouk,” kata Abu Mujahid.

Sementara Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas mengatakan dalam pidatonya pada aksi solidaritas bahwa sejak awal konflik Suriah, Hamas telah menegaskan tentang perlunya kamp Palestina untuk tetap netral dalam konflik tersebut.

“Posisi Hamas jelas bahwa kami adalah tamu di Suriah dan semua pihak harus menghormati netralitas kami di tengah pertempuran.”

Laporan kelaparan yang meluas dan kurangnya pasokan makanan di kamp pengungsi Yarmouk  telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah oposisi Suriah menguasai Yarmouk pada Desember 2012, kamp jadi terlibat dalam pertempuran bersenjata di Suriah dan pada akhirnya mereka berada di bawah serangan berat rezim.

Di bulan Juli, pasukan rezim mengepung kamp yang mengakibatkan kemerosotan secara cepat kondisi hidup. (T/P09/E1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Leave a Reply