RUSIA SEBUT FOTO PEMBANTAIAN SURIAH MENUNJUKKAN KEJAHATAN

Washington, 21 Rabi’ul Awwal 1435/23 Januari 2014 (MINA) – Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan dalam wawancara Rabu dengan TV kabel CNN di Washington, foto-foto yang menunjukkan pembunuhan sekitar 11.000 tahanan Suriah menggambarkan telah terjadinya “aksi-aksi kejahatan”.

Namun Medvedev menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak segera menvonis rezim Suriah atau sekutu-sekutunya sebagai pihak yang bertanggung jawab, dan tidak terburu-buru untuk langsung menyalahkan.

“Foto-foto tersebut menggambarkan kisah memilukan sebagai  konsekuensi yang menyedihkan terjadinya konflik,” kata Medvedev. “Tapi saya ingin mengulangi bahwa kejahatan (yang tampak di foto-foto-red) tersebut harus memiliki bukti hukum yang kuat.”

Sekitar 55.000 foto, mengungkapkan bukti penyiksaan sistematis yang dilakukan oleh rezim pemerintah  Suriah diipublikasikan Senin lalu secara eksklusif oleh Anadolu Agency, CNN dan surat kabar Inggris, Guardian.

Foto-foto itu dibocorkan oleh mantan anggota dinas militer Presiden Suriah Bashar al-Assad yang selama dua tahun bekerja sebagai juru foto ahli forensik.

“Kita perlu memiliki protokol penuh dari kejahatan itu, membuat database pembuktian dan menggunakannya untuk masa depan,” tambah Medvedev.

Sementara sehari sebelumnya, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas setelah gambar pembantaian terhadap tahanan itu dipublikasikan.

Sebaliknya,  Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, Teheran menilai penyebaran foto-foto tersebut hanyalah  propaganda untuk melawan dan melemahkan rezim pemerintah Suriah yang dimunculkan ke permukaan menjelang pembicaraan perdamaian Jenewa II yang dimulai Rabu.

Puluhan ribu lembar  foto-foto dokumentasi mengenai kematian para tahanan tersebut diungkapkan setelah suatu  tim penyidik ahli internasional terkemuka  meneliti sekitar 26.000 lembar foto  dari sekitar 55.000 lembar yang dikirim kepada mereka. (T/P09/E02).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Leave a Reply