LSM HAM ISRAEL : SELAMA 2013 ISRAEL BUNUH 36 WARGA PALESTINA

Seorang warga Palestina membawa jenazah balita usia tiga tahun, korban serangan udara Israel di Jalur Gaza, Selasa (24/12). (Foto:Team Palestina)

Nablus, 30 Shafar 1435/2 Januari 2014 (MINA) – Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) Israel, B’Tselem, mengungkapkan, selama tahun 2013 yang baru lalu, sebanyak  27 warga Palestina tewas ditembak tentara Israel di wilayah Tepi Barat yang didudukinya, sementara sembilan warga lainnya tewas di Jalur Gaza.

Pada tahun 2012 sebelumnya, sebanyak  246 warga Palestina dibunuh pasukan militer Israel, 167 orang di antaranya tewas akibat agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang disebut dengan “Operasi Pilar Pertahanan” pada November 2012. Demikian laporan MEMO, Rabu,  yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Dalam laporan tahunannya, B’Tselem mengungkapkan, sembilan penembakan fatal tahun 2013 terjadi saat tentara penjajah Israel memasuki berbagai  kota dan desa Palestina di Tepi Barat untuk menangkap warga yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) mereka.

Pada empat insiden penembakan, tentara Israel dilempari dengan batu dan pada empat penembakan lainnya terjadi baku tembak.

Sementara empat warga Palestina di Jalur Gaza tewas dalam pertempuran melawan tentara  Israel, tiga di antaranya adalah para pengamat, sedangkan seorang lain masuk dalam target yang dicari tentara Israel. Namun B’Tselem tidak memverifikasi rincian tentang bagaimana warga lainnya tewas.

Tahun 2013 juga diakhiri Penjajah Israel dengan melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, Selasa (24/12), yang mengakibatkan dua warga termasuk balita perempuan tiga tahun meninggal dunia.

Organisasi HAM Israel ini juga mengungkapkan, ada peraturan militer Israel untuk mengadakan penyelidikan terhadap insiden-insiden  yang mengarah pada pembunuhan warga Palestina di mana tentara Israel terlibat. Namun nyatanya dari 14 kasus, hanya satu kasus yang diteruskan sampai diiadili di pengadilan militer. Terdakwa dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara setelah dinyatakan bersalah karena dinyatakan terbukti membunuh Uday Darwish , yang ditembak di pos pemeriksaan ‘Mitar’.

Direktur Jenderal B’Tselem , Jessica Montal, mengkritik prosedur penyelidikan yang digunakan Polisi Militer Israel, sehingga menyebabkan keputusan hukuman  dijatuhkan lambat yakni setahun setelah pembunuhan berlangsung. Di samping itu besarnya hukuman dijatuhkan dengan proses tawar-menawar.

Praktek-praktek penanganan kasus yang dilakukan tentara Israel menyebabkan tentara Israel tidak jera melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina dan menunjukkan ketidakpedulian Pemerintah Israel terhadap Hak Azasi Manusia. (T/P02/IR)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply