SERANGAN DRONE AS UBAH PERNIKAHAN SIPIL YAMAN JADI PEMAKAMAN

London, 7 Rabi’ul Awwal 1435/9 Januari 2014 (MINA) – Kelompok HAM yang berbasis di London, Inggris “Reprieve” mengungkapkan, serangan pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat (AS) di Yaman pada 12 Desember 2013, mengubah sebuah pesta pernikahan warga sipil menjadi acara pemakaman.

Kelompok Hak Asasi Manusia “Reprieve” mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah tayangan video eksklusif, foto-foto dan kesaksian tentang serangan rudal yang mengakibatkan tewasnya belasan warga sipil, sementara kelompok Al-Qaeda yang disasar lolos, demikian situs resmi Reprieve yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Anda tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang marah,” kata wartawan Yaman. “Pernikahan mereka berubah menjadi pemakaman.”

Amerika Serikat mengklaim bahwa serangan semula ditujukan terhadap operator al-Qaeda di kawasan itu, termasuk seseorang yang diidentifikasikan sebagai Hawqui Ali Ahmed al-Badani.

Sebaliknya Reprieve juga meyakini, Badani yang dicecar AS berada di wilayah yang jauh dari Yaman dan tidak ada kaitannya dengan penduduk desa yang terkena dampak serangan yakni  tamu-tamu tuan rumah yang menyelenggarakan perhelatan.

“Dalam aksi pemboman olehpesawat nirawak tersebut,  pemerintah AS telah menunjukkan bahwa mereka juga tidak tahu atau tidak peduli dengan apa yang mereka targetkan. Akibatnya, 12 nyawa tak berdosa melayang dan 14 lainnya terluka,” kata Baraa Shiban, penyidik Reprieve.

Sejauh ini Washington telah dipaksa untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut yang merupakan salah satu dari sejumlah  serangan drone yang kontroversial, yang lebih sering mengakibatkan kematian di kalangan warga sipil.

Amerika Serikat sering mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) untuk menghacurkan target atau sosok yang dicarinya, di Yaman dan sejumlah negara lain, termasuk Pakistan dan Afghanistan.

Washington mengklaim bahwa drone dioperasikan untuk membunuh tokoh-tokoh”militan”, tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa warga sipil malah sering menjadi korbannya. (T/P09/E02).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply