SHARON HARUSNYA DIADILI KARENA PEMBANTAIAN MASSAL

Beirut, 10 Rabiul Awal 1435 / 12 Januari 2014 ( MINA ) – Direktur Human Rights Watch ( HRW ) Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson. mengatakan dalam pernyataannya, mantan Perdana Menteri Israel,  Ariel Sharon yang meninggal Sabtu lalu, seharusnya diadili atas serentetan kejahatan yang ia lakukan.

“Sharon memimpin Israel dalam perang Lebanon 1982. Ia bertanggung jawab atas pembantaian ratusan warga Palestina di kamp pengungsi Sabra dan Shatila. Ia adalah salah satu otak pembunuhan pemimpin Palestina Yasser Arafat 2004 silam” kata Withson seperti yang diberitakan Press tv dan dikutip Miraj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan, kematian mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon (85)  merupakan peringatan dari Allah untuk semua tiran Israel. “Kematian Sharon setelah delapan tahun koma adalah peringatan Allah bagi semua tiran Israel,” ujar Abu Zuhri.

 Ia mengatakan, kematian tersebut menjadi momen bersejarah kepergian sang kriminal, yang telah menodai tangannya dengan lumuran darah orang-orang Palestina. Menurutnya, kematian mantan petinggi Israel berjuluk ‘si buldoser’  itu merupakan tanda kemenangan Palestina dan meningkatkan keyakinan diri para pejuang di jalan Allah.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Fatah, Jibril Rajoub, menyebutkan, Sharon sebagai sosok kriminal terhadap warga Palestina dan yang bertanggung jawab atas pembunuhan tokoh Palestina Yasser Arafat. 

Dia menambahkan, harusnya Sharon diajukan ke Pengadilan Internasional di Den Haag atas kejahatan yang dilakukannya terhadap rakyat dan tokoh Palestina.

Menurutnya, Sharon adalah teroris resmi bagi rakyat Palestina, dan aktor kejahatan terorisme di kamp Sabra dan Shatila Lebanon pada 1982.

Sharon yang berjuluk ‘si tukang jagal’ juga bertanggung jawab atas pembunuhan Yassir Arafat dan Abu Ali Mustafa, Sekjen Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Syikh Ahmed Yassin, percobaan pembunuhan Khaled Meshaal, serta banyak lagi dari para pemimpin Palestina dan Arab.

Pemimpin Gerakan Jihad Islam, Syaikh Ahmed Al-Madlal mengatakan, kematian tokoh zionis Ariel Sharon merupakan berita gembira bagi rakyat Palestina dan Arab pada khususnya serta umat Islam pada umumnya, mengingat  kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukannya semasa hidupnya. 

“Sharon adalah simbol kejahatan, terdepan dalam aksi kriminalitas dan penghisap darah Palestina dan Arab, termasuk pada ibu-ibu dan anak-anak tak bersenjata,” imbuhnya.

Al-Madlal menegaskan, meskipun Sharon sepanjang hidupnya terus-menerus melakukan kejahatan, tapi itu tidak bisa mematahkan semangat perlawanan Palestina.

Ia juga memperingatkn para pemimpin Israel untuk mengambil pelajaran dari kematian Sharon, yang delapan tahun koma sejak 2006, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, di Rumah Sakit Sheba Tel Hashomer, dekat tel Aviv, Sabtu kemarin. ( T/P04 /IR / mirajnews.com )

Miraj Islamic News Agency ( MINA )

Leave a Reply