SYEIKH SALHAB: ISRAEL SANGAT GENCAR LAKUKAN YAHUDISASI DI AL-QUDS

Al-Quds (Yerusalem), 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Kepala Dewan Wakaf Islam di Al-Quds, Syeikh Abdel Azim Salhab, mengatakan, Pemerintah Penjajah Israel sangat gencar melakukan kebijakan Yahudisasi di kota suci yang didudukinya, Al-Quds melalui peningkatan pembangunan permukiman ilegal yahudi, mengusir warga asli dengan mencabut identitas dan menggusur rumah mereka serta mendorong para ekstrimis Yahudi melakukan serbuan ke Masjid Al-Aqsha dengan pengawalan pasukan militer.

Syeikh Salhab menyatakan Israel berusaha menghalangi pekerjaan pemugaran yang dilakukan oleh lembaga Dewan Wakaf dan Urusan Islam serta Komite untuk rekonstruksi Masjid Al-Aqsha, demikian laporan Palestine Information Center (PIP) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (14/1).

Bahkan penjajah Israel melakukan pemasangan kamera pengintai di dalam Masjid Al-Aqsha dengan tujuan memantau pergerakan jamaah muslim Palestina di dalam kompleks kiblat pertama bagi umat Islam itu.

Syeikh Salhab menjelaskan, saat memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, Senin, di Masjid Al-Aqsha, Israel telah mengisolasi kota Al-Quds dari  kawasan Palestina lainnya. Penjajah zionis itu sangat gencar dan serius menjadikan kota Al-Quds sebagai kota yahudi menurut mitos.

Ia menegaskan, masjid Al-Aqsha termasuk halaman sekitarnya, baik di atas maupun di bawahnya merupakan milik kaum muslimin, tidak ada hak kaum Yahudi sedikit pun menguasainya, Al-Aqsha merupakan bagian dari akidah kaum muslimin di seluruh dunia.

“Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari akidah bagi lebih dari satu miliyar umat Islam,” tegas Syeikh Salhab.

Masjid Al-Aqsha dengan luas sekitar 144 ribu meter persegi, merupakan 1/6 dari seluruh luas area yang dikelilingi tembok kota tua Al-Quds, baik di atas dan di bawah area adalah milik umat Islam. Yahudi mengklaim secara sepihak kawasan Al-Aqsha sebagai sinagog mitos mereka (Temple Mount), tempat dua sinagog Yahudi terbesar di zaman kuno.

Dalam mitos Yahudi dikatakan, juru selamat mereka tidak akan turun ke bumi sebelum sebuah sinagog Yahudi terbesar ketiga dibangun di atas lokasi Masjid Al-Aqsha. Namun dalam keyakinan umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat paling suci ketiga. Al-Aqsha merupakan tempat ibadah utama, kiblat pertama umat Islam dan tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Syeikh Salhab mengungkapkan, penjajah Israel berencana menjadikan Al-Aqsha sebagai kuil mitos Yahudi dan membaginya bagi kaum ekstrimis Yahudi, namun upaya ini akan mengalami kegagalan.

Syeih Salhab menuntut penjajah zionis untuk mengakhiri langkah sepihaknya terhadap Masjidil Aqsha, dan menurunkan kamera pemindai dari halaman dan gerbang masjid, menghentikan intimidasi terhadap kaum muslimin yang hendak shalat di Masjid Al-Aqsha dan kembali membuka gerbang Magharibah (barat Al-Aqsha) dan mengembalikan sekolah Tankaziyah pada Departemen Wakaf Islam. (T/P02/EO2/mirajnews.com)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply