MILITER ISRAEL TERUS LAKUKAN KEKERASAN PADA TAHANAN-TAHANAN PALESTINA

Gaza, 10 Rabi’ul Awwal 1435/12 Januari 2014 (MINA) – Militer Israel untuk pekan ketiga berturut-turut terus melakukan aksi kekerasan terhadap tahanan-tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. 

Akibatnya sejumlah tahanan warga Palestina melakukan aksi mogok makan sebagai aksi protes atas serangan terhadap mereka, antara lain di Penjara Ramon.

Menteri Urusan  Tahanan Palestina , Attalla Abul Sabah, memperingatkan, di Gaza, Ahad, serangan di penjara Israel menimbulkan  ketegangan  pada tahanan-tahanan Palestina. Demikian Press Tv melaporkan yang diberitakan oleh Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Tentara Israel dan anjing militernya, berulang kali masuk ke sel penjara melakukan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestina.

Tahanan juga menemukan beberapa kamera tersembunyi di dinding kamar mereka yang dipasang Israel untuk memata-matai tahanan. Dengan info dari kamera tersembunyi itu, beberapa tahanan yang dianggap berbahaya  dipindahkan  ke sel-sel isolasi.

Seorang tahanan Palestina mengatakan, perlakuan-perlakuan yang mereka terima adalah pelanggaran atas hak-hak  asasi manusia.

Sekitar 5.000 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel. Mereka  ditempatkan  dalam sel-sel yang kondisinya buruk, penuh sesak, beri makanan tak pantas, disiksa ketika di-interogasi.

 

Buruknya Pelayanan di Penjara Israel

Buruknya pelayanan di penjara Israel telah digambarkan dalam sebuah laporan Lembaga Hak Asasi Manusia dan Urusan Tahanan Palestina, Addameer, yang diterima MINA, yang mengungkapkan, perlakuan yang diterima tahanan-tahanan Palestina di di penjara-penjara Israel  adalah melanggara hak azasi manusia, melanggar  hukum internasional, karena berbagai perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan.

Laporan tersebut memaparkan penjara yang penuh sesak. Banyak ruangan sel di penjara Israel yang sengaja dibuat kotor agar tahanan terinfeksi dengan melepas  tikus dan kecoak ke sel-sel. Ruangan sel tidak memiliki cukup ruang ventilasi. Tak ada fasilitas untuk melindungi tahanan dari cuaca ekstrim. Akses ke toilet dibatasi, memaksa tahanan untuk membuang air kecil dalam botol di dalam sel mereka.

Adapun untuk makanan, kualitasnya di bawah standar layak makan. Oleh karena itu, jika memungkinkan para tahanan sering terpaksa harus membeli makanan  dari kantin penjara. Ini beban tambahan keuangan pada tahanan maupun sanak keluarganya.

Addameer juga melaporkan, tahanan Palestina yang ditahan di sel isolasi, tidak diberi akses ke kantin untuk membeli makanan dan tidak diperkenankan enerima uang atau hadiah dari keluarga atau sumber lainnya. Mereka dipaksa untuk mengkonsumsi apa yang diberikan fihak penjara saja. Makanan yang tidak layak, busuk, sering disertai serangga atau cacing.  Akibatnya kesehatan mereka memburuk, menderita gizi buruk serta kekurangan darah. (T/P012/IR)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply