TENTARA ISRAEL HENTIKAN KONVOI PERDANA MENTERI PALESTINA

Perdana Menteri Palestina di Tepi Barat Rami Hamdallah sedang berkoordinasi saat dirinya dihadang tentara Israel di Ramallah, utara Tepi Barat. (Foto: Ynet)

Ramallah, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Pasukan penjajah Israel menghentikan konvoi Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah di Ramallah, utara Tepi Barat, Selasa.

Juru Bicara Pemerintah Palestina, Ehab Bseiso mengatakan, konvoi itu diberhentikan di sebuah pos pemeriksaan Israel dan tentara Israel bersama-sama dengan beberapa orang pemukim ilegal Yahudi memaksa pengawal Perdana Menteri keluar dari mobil

Bseiso mengungkapkan dalam konperensi pers yang diadakan kemudian, tentara Israel meminta surat-surat identifikasi perdana menteri dan stafnya, namun ia menolak memberikan, Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Suasana tegang terjadi saat pemukim ilegal Yahudi Israel dan warga Palestina dari desa-desa terdekat berdatangan ke lokasi. Namun, bentrokan dapat dihindari setelah konvoi diizinkan melanjutkan perjalanan satu jam kemudian.

Bseiso mengecam tindakan tentara Israel, yang ia menggambarkan sebagai agresi Israel terhadap rakyat Palestina.

Dia mengatakan, pemberhentian konvoi Perdana Menteri Palestina itu merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina dan merupakan cerminan dari kebijakan penjajah Israel terhadap proses perdamaian.

Bseiso yakin, insiden itu direncanakan karena biasanya tidak ada pos pemeriksaan di lokasi tersebut.

Dia juga mengatakan bala bantuan keamanan Israel tiba di lokasi dan butuh waktu hampir satu jam, sebelum konvoi diizinkan untuk melanjutkan perjalanan di jalan menuju Ramallah, yang menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak hanya pemeriksaan keamanan biasa.

Bseiso menekankan, keamanan dan keselamatan rakyat Palestina akan terus dipertaruhkan karena tak mau tunduk pada penjajahan Israel dan serangan Israel serta pembangunan permukiman ilegal yang terus berlanjut.  

“Hanya pembentukan negara Palestina yang merdeka sepenuhnya dan berdaulat, yang akan menjamin keamanan dan keselamatan penuh bagi rakyat Palestina,” tegasnya. (T/P02/IR/mirajnews.com)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply