BUS PEMUKIM YAHUDI DILEMPARI BATU, ISRAEL TAMBAH LAGI POS PEMERIKSAAN

Hebron, 10 Rabiul Awwal 1435/13 Januari 2014 (MINA) – Tentara Israel, Ahad,  mendirikan sebuah pos pemeriksaan dekat pintu masuk desa Beit Ummar, di Tepi Barat bagian selatan, yang terletak pada jalan penghubung penting Hebron – Yerusalem. 

Tentara Israel menghentikan lalu lintas di dekat pintu masuk Beit Ummar itu, melakukan pemeriksaan kendaraan dan kartu identitas yang masuk, sehingga menimbulkan kemacetan lalulintas, kata juru bicara Komite Popular, Muhammad Ayyad Awad.

Maan News Agency sebagaimana dikutip  Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan, juru bicara, militer Israel mengatakan, pos pemeriksaan itu dibangun karena warga Palestina sering melemparkan batu pada bus pemukim-pemukiman illegal Yahudi  yang sering melewati daerah tersebut sehingga sering terjadi kerusakan, katanya.

Israel selama ini telah membangun ratusan pos pemeriksaan permanen dan non permanen, lengkap dengan barikade (penghalang), untuk melindungi warganya yang berlalulintas,  dari serangan pemuda-pemuda Palestina yang diusir Israel dari kampung halamannya sendiri yang diduki Israel setelah perang tahun 1967. 

Tentara Israel mempertahankan pembatasan kebebasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat melalui pos pemeriksaan yang dibangun. Seringkali  warga Palestina yang jalan dilarang lewat, tetapi pemukim-pemukim Yahudi dibolehkan lewat.

Karena khawatir pada serangan pemuda-pemuda Palestina, Israel sudah membangun  sekitar 100 pos pemeriksaan yang permanen  di berbagai lokasi yang dinilai tidak aman oleh Israel  di Tepi Barat. Di samping itu ada pula pos-pos tidak permanen yang jumlahnya mencapai ratusan. Sebelumnya israel membangun banyak pos sesudah meningkatnya perlawanan Palestina melalui intifada pada tahun 1990-an.

Pada September 2011, Badan PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, ada 522 hambatan dan pos pemeriksaan menghalangi gerakan Palestina di Tepi Barat, maknanya bertambah  dari 503 pada Juli 2010 tahun sebelumnya.

Angka itu tidak termasuk pos-pos pemeriksaan sementara yang dikenal sebagai “pos pemeriksaan terbang”, yang difungsikan sewaktu-waktu sesuai kondisi keamanan”, rata-rata 495 per bulan di Tepi Barat pada 2011, naik dari rata-rata 351 per bulan dalam dua tahun sebelumnya.

Menurut B’Tselem, ada 99 pos pemeriksaan tetap di Tepi Barat pada September 2013, di samping 174 pos pemeriksaan kejutan. Pada Agustus 2013, diketahui ada pula 288 pos pemeriksaan “terbang. Namun jumlah ini menurun sebagai isyarat niat baik untuk berdamai, sehingga pada Mei 2013 hanya tinggal 12 pos pemeriksaan di wilayah tengah Tepi Barat.(T/P012/IR)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply