ULAMA THAILAND: “ISTILAH TAK TEPAT” PERPARAH PERPECAHAN

DR Abdullah Abu Bakar Haji Ismail Al Fathoni, ulama dari Patani Thailand saat berceramah di acara Ta'lim Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi, Bogor (Foto: MINA)

DR Abdullah Abu Bakar Haji Ismail Al Fathoni, ulama dari Patani Thailand saat berceramah di acara Ta’lim Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi, Bogor (Foto: MINA)

Bogor, 24 Sya’ban 1435/22 Juni 2014 (MINA) – DR Abdullah Abu Bakar Haji Ismail Al Fathoni, ulama Pattani, Thailand mengatakan, penggunaan istilah yang semestinya ditujukan untuk orang non Islam justru diarahkan untuk ummat Islam sehingga semakin memperparah perpecahan.

“Istilah kafir seringkali ditujukan oleh sebagian orang untuk sesama orang Islam, begitu pula istilah dholalah (sesat),” katanya saat berbicara di hadapaan ribuan peserta pada acara Tabligh Akbar Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi, Bogor, Ahad.

“Islam adalah agama pembawa nikmat yang dengannya manusia dapat merasakan hidup penuh rahmat. Datangnya Islam telah menyatukan golongan yang tadinya saling bermusuhan dan saling memerangi menjadi hidup damai dan bersaudara,”tuturnya.

“Islam datang membawa nikmat dan mendamaikan manusia yang semula hampir hancur karena perpecahan, seperti disebutkan dalam Al Quran ayat 103 surat Ali Imron,” kata Abu Bakar yang menjadi Ahli jawatan kuasa Majelis Agama Islam Wilayah Jala Timbalan Setia Usha Jam’iyah Ulamal Fathoni Darus Salam Patani Selatan, Thailand

Menurutnya, diantara penghalang terwujudnya kesatuan ummat juga banyaknya ummat Islam yang berjuang bukan atas nama Islam, melainkan atas dasar golongan atau kelompok.

Banyak pula yang terjebak dengan masalah perbedaan pemahaman fiqih dan hal-hal yang bersifat furu’iyah atau cabang, sehingga makin memperparah perpecahan.

“Kita harus meninggalkan semua penyebab terjadinya perpecahan itu dan kembali pada tuntunan iman dan Islam seperti yang diperintahkan oleh Allah di dalah Surat Ali Imron ayat 103,” kata Abu Bakar.

Kesatuan ummat akan terwujud dan Islam akan kuat dengan adanya ukhuwah atau persaudaraan yang terjalin atas dasar keimananan.

“Kita juga harus kembali pada manhaj yang dapat menyatukan ummat, yaitu manhaj Al Quran seperti yang disebutkan dalam ayat 285 surat Al Baqoroh.” tegas Abu Bakar.

Ta’lim Pusat (Tabligh AKbar) di Pesantren Al Fatah, Bogor, merupakan forum silaturahim untuk menjalin ukhuwah serta menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Acara diadakan sejak 20 hingga 24 Sya’ban 1435 (18-22 Juni 2014) dengan tema “Membangun Masyarakat Al-Qur’an Dan Sunah Secara Berjama’ah Sebagai Solusi Multi Krisis Peradaban Dan Pembebasan Al-Aqsha”. (L/P07/ P04)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply