R.S. LABIB : UMAT ISLAM WAJIB TEGAKKAN KHILAFAH

Acara seminar bertema, “konsep kepemimpinan Islam sepanjang Tuntunan Al Quran dan As Sunnah”,Sabtu (14/3).

Acara seminar bertema, “konsep kepemimpinan Islam sepanjang Tuntunan Al Quran dan As Sunnah”,Sabtu (14/3).

Jakarta, 23 Jumadil Awwal 1436/14 Maret 2014 (MINA) – Rokhmat S. Labib, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia, mengatakan, peran Khilafah sangat penting bagi kehidupan manusia oleh karenanya umat Islam wajib menegakkan khilafah.

“Peran khilafah sangat penting jika tanpa khilafah sebagian besar ummat Islam akan terlantar dan tidak terarah karena tak adanya kepemimpinan dalam Islam yang wajib ditaati,” kata Rokhmat pada acara seminar bertema, “Konsep Kepemimpinan Islam sepanjang Tuntunan Al Quran dan As Sunnah”, yang diadakan Jamaah Muslimin (Hizbullah) Jakarta Utara di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Sabtu (14/3).

Ia mengatakan, kita harus menjadikan asas negara berdasarkan aqidah Islam, selain itu asas tersebut juga harus tercermin dalam segala aspek  keseluruhan kehidupan.

“Jika hukum Islam tidak ditegakkan, bisa dipastikan akan tegak hukum selainnya yang adalah hukum kufur dan itu merupakan kekufuran yang nyata,” tegasnya.

Abdul Malik, Pensyarah University Sains Islam Malaysia (USIM), mengatakan wujudnya konsep khilafah sudah menggambarkan betapa pentingnya aspek kepemimpinan dalam kehidupan manusia, sebab manusia ditugaskan sebagai khalifah untuk membangun dunia dan seluruh isinya.

“ Sumber kepemimpinan Islam merujuk pada Al Qur’an , sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam yang bersifat amanah, ikhlas, suka tolong-menolong, dan menjalankan perintah amar ma’ruf nahi munkar, dan juga Ijtihad, ” ujarnya.

Pembicara lainnya, Ketua Umum Pemuda Persatuan Islam (PERSIS), Tiar Anwar Bachtiar menyatakan, dalam pandangan Islam, politik harus berdasarkan agama, agama harus menjadi landasan pertama dan utama dalam politik.

“Politik Islam harus menjadi kekuatan yang dapat menegakkan dan melindungi syariat-syariat Allah dengan menjalankan amar ma’ruf nahi munkar,” jelasnya.
Ia menekankan, walaupun kita berbeda pendapat tetapi kita harus punya visi dan misi yang sama dalam membangun dan mewujudkan persatuan ummat dan kita harus terus menyadarkan ummat tentang betapa pentingnya persatuan ummat.

Ketua Panitia Seminar,Suparman,  mengatakan, tujuan terselenggaranya acara ini adalah, agar pemahaman umat Islam mengenai konsep khilafah (kepemimpinan dalam Islam) mendapat perhatian serius dari berbagai aktivis.

Selain itu ia juga mengharapkan dengan adanya seminar itu, dapat menambah pemahaman tentang khilafah yang sebenarnya menurut syariat dan agar umat tidak mudah tertipu dengan oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan mendirikan khilafah Islam.

Amir  Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Jakarta Utara, Ade Nuryaman, sebagai penyelenggara mengatakan, acara ini diadakan juga untuk  terjalinnya silaturrahim dan menjalin ukhuwah Islamiyah, serta untuk memahami konsep kepemimpinan yang sesuai tuntunan Allah dan Rasul.

“Dan dengan ini diharapkan berbagai macam perbedaan dan pendapat  bisa saling menyempurnakan,” tambahnya. (L/P005/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply