FPI DIDIRIKAN ATAS DASAR AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR

Seminar "Nilai positif Laskar Ormas Islam (Foto : Kurnia/Mina)

Seminar “Nilai positif Laskar Ormas Islam (Foto : Kurnia/Mina)

Jakarta, 9 Ramadhan 1436/26 Juni 2015 (MINA) – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis mengatakan, FPI didirikan sejak 17 Agustus 1998  adalah atas dasar menegakan amar ma’ruf nahi mungkar pada era reformasi.

Apalagi pada kenyataannya setelah reformasi justru semakin banyak barang yang tidak pernah kita lihat sebelumnya kini merejalelah merusak generasi muda termasuk anak-anak, yaitu dalam bentuk permen mengandung unsur narkoba, ujarnya.

“Narkoba kini telah masuk di kalangan anakanak SD, SMP dan SMA,” kata Sobri pada seminar Nilai Positif Laskar-Laskar Ormas Islam di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, apalagi dengan maraknya film-film porno dengan dalih adanya kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat.

“Makin banyak film-film porno bermunculan, dengan alasan kebebasan berekspresi, ditambah lagi dengan perjudian di mana-mana,” katanya.

Dengan beragai kondisi yang merusak masyarakat masyarakat dan melanggar norma agama itulah, maka didirikan organisasi ini, dengan tujuan menjadi wadah kerjasama antara ulama dan umat dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar di setiap aspek kehidupan.

Memang sudah menjadi karakter ulama untuk menyelamatkan umat melalui amar ma’ruf dan nahi munkar. Inilah semangat FPI untuk mendorong para aparat dalam memberantas penyakit masyarakat, imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya hanya bversifat membantu dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat karena lemahnya kontrol sosial pihak penguasa.

“Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat Islam serta ummat Islam dari segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan,” paparnya.

Hadir pula dalam seminar Nilai Positif Laskar-Laskar Ormas Islam dari sejumlah ormas Islam. Tampil sebagai pembicara Peneliti Amerika Serikat Prof. Ronald Lukens Bull, Sekjen DPP FPI Ahmad Sobri Lubis, Komandan Nasional Banser Alfa Isnaeni, dan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia MUI Cholil Nafis. (L/P002/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply