DRONE ISRAEL JATUH LAGI DI LAUT LEBANON SELATAN

Foto yang dimaksudkan untuk menunjukkan sebuah pesawat tak berawak Israel yang diduga jatuh di dekat Tripoli, Lebanon, 11 Juli 2015. (Foto: Twitter/Militer Lebanon)

Foto yang dimaksudkan untuk menunjukkan sebuah pesawat tak berawak Israel yang diduga jatuh di dekat Tripoli, Lebanon, 11 Juli 2015. (Foto: Twitter/Militer Lebanon)

Beirut, Gaza, 24 Ramadhan 1436/11 Juli 2015 (MINA) – Sebuah pesawat tak berawak (drone) milik Israel jatuh di perairan dekat kota pelabuhan Tripoli, Lebanon Utara, Sabtu (11/7), yang merupakan  kejatuhan drone kedua dalam kurun tiga pekan terakhir ini.

“Sekitar pukul 8:30 pagi waktu setempat, sebuah pesawat tak berawak milik musuh Israel jatuh ke laut  dekat Pelabuhan Tripoli, dan tentara telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata militer Lebanon dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Seorang pejabat keamanan mengatakan pesawat tanpa awak itu jatuh ke laut, demikian Maan News melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Nelayan di sana melihat pesawat itu jatuh ke laut dekat dengan pelabuhan utama Tripoli,” kata sumber yang berbicara tanpa menyebut namanya.

“Tentara mengambil pesawat itu dari kedalaman delapan meter (26 kaki) di bawah air. Ternyata itu adalah pesawat tak berawak Israel,” tambah sumber itu.

Foto-foto yang dirilis Militer Lebanon menunjukkan tulisan Ibrani dan gambar Bintang David pada drone dan menunjukkan bahwa  itu adalah pesawat tak berawak Hermes 450 buatan Israel.

Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan militer Lebanon itu.

Israel secara rutin menerbangkan pesawat dan drone di atas langit perbatasan Lebanon, yang merupakan pelanggaran langsung dari Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang mengakhiri perang Israel dengan Hizbullah tahun 2006 lalu.

Pada 21 Juni lalu, Israel melakukan serangan udara di Lebanon Timur untuk menghancurkan salah satu drone miliknya yang jatuh di pegunungan di luar Desa Saghbine.

Sebelumnya dilaporkan terjadinya peningkatan aktivitas Angkatan Udara Israel atas wilayah Hermon di tenggara Lebanon.

Para pejabat Lebanon mengatakan, pelanggaran itu terjadi hampir setiap hari, dengan dengungan suara drone dan jet tempur, sehingga  menjadi bagian rutin dari kehidupan di selatan dan bahkan di ibukota Beirut.

Tahun 2014 lalu pada bulan Februari 2014, sebuah pesawat tak berawak Israel jatuh pada Gari Biru, garis yang demarkasi di bawah pengawasan  PBB antara Lebanon dan Israel.

Garis Biru disusun pada tahun 2000 oleh PBB setelah pasukan Israel menarik diri, mengakhiri pendudukan militer selama 22 tahun dari Lebanon Selatan.(T/R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply