RAMADHAN TENANG DI DAMASKUS

Foto: KBRI Damaskus dok

Suasana Sholat tarawih di Wisma Duta KBRI di Damaskus, Suriah, Kamis (2/7). (Foto: Dokumentasi KBRI Damaskus)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan pada tahun ini terasa lebih tenang di Damaskus, lapor KBRI untuk Suriah dalam pernyataan yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Meskipun perang masih berkecamuk di beberapa daerah Suriah, seperti Hasakah, Aleppo, Deir ez-Zour, dan Douma, di ibu kota Damaskus warga dapat tenang beribadah,” tambah pernyataan baru-baru ini.

Situasi tenang itu juga dirasakan oleh warga negara Indonesia yang datang memenuhi undangan buka puasa bersama Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, di Wisma Duta daerah di Yafour, Damascus Countryside, Kamis (2/7).

Sekitar lima puluh mahasiswa, staf, dan warga Indonesia hadir memenuhi undangan Dubes Djoko. Puluhan kursi dan meja ditata rapi di tepi kolam renang Wisma Duta dan beraneka makanan tersaji.

Setelah iftar dan santap malam, acara dilanjutkan hingga sholat tarawih dan peringatan Nuzulul Quran. Kesemua rangkaian acara itu dilakukan outdoor di tepi kolam renang di halaman depan Wisma Duta.

Alhamdulillah, malam ini sungguh istimewa bagi kita. Ditemani purnama malam ke-15 Ramadhan, udara sejuk malam hari, ditambah dengan gemericik air kolam renang, membuat ibadah kita semakin khusuk malam ini,” Ustadz Ahsin Mahrus memulai ceramah Nuzulul Quran.

“Saudara-saudara kita di Tanah Air pasti tidak ada yang menyangka, kita bisa beribadah dengan tenang di Damaskus,” ujarnya.

Tahun ini, Ramadhan di Suriah jatuh pada musim panas. Terlebih lagi pada akhir-akhir ini suhu mencapai hingga 40 derajat celcius. Namun dengan suasana petang Wisma Duta yang asri, gemericik air kolam renang, dan angin sejuk yang berhembus, seketika mengurai rasa lelah berpuasa selama 16.5 jam di musim panas ini.

Suriah dilanda perang saudara dan pemberontakan di hampir seluruh wilayahnya sejak 2011. Bukan hanya kelompok oposisi nasional, pejuang asing dari sekitar 80 negara juga mengalir masuk ke Suriah untuk bergabung ke dalam kelompok-kelompok bersenjata, seperti ISIS, Jabhat Nusra, Free Syrian Army, dan lain sebagainya.

Pada 2012-2013, konflik dinilai mencapai tingkat paling panas di mana perang kota kerap terjadi di ibukota Damaskus. Akan tetapi, memasuki tahun 2015, kondisi jauh lebih tenang dan damai. Warga di ibukota Damaskus dapat beraktivitas dengan lebih normal, meski checkpoint tentara masih tetap berlaku.

Alhamdulillah, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Damaskus lebih tenang,” kata Dubes Djoko Harjanto dalam sambutannya selepas sholat tarawih berjamaah.

“Kita semua perlu membantu suarakan apa yang sebenarnya terjadi di Damaskus dan Suriah pada umumnya. Kita yang tinggal di sini lebih tahu apa yang dirasakan, berbeda dengan saudara-saudara di Tanah Air yang hanya membaca dari media,” tambahnya.

Selepas sholat tarawih di Wisma Duta, para mahasiswa melanjutkan dengan bermain futsal di sekitar Wisma Duta. “Mumpung kita lagi ngumpul, teman-teman selesai ujian, dan udara hangat,” ujar Ahmad Fuadi Fauzi, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Suriah.(L/R04/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Rate this article!

Related Posts

Leave a Reply