KHITANAN TRADISIONAL TEWASKAN 24 ANAK DI AFRIKA SELATAN

Lebih 100.000 anak laki-laki diyakini menjalani upacara khitanan setiap tahun di seluruh Afrika Selatan. (Foto: AA)

Lebih 100.000 anak laki-laki diyakini menjalani upacara khitanan setiap tahun di seluruh Afrika Selatan. (Foto: AA)

Johannesburg, Afrika Selatan, 24 Ramadhan 1436/12 Juli 2015 (MINA) – Sebanyak 24 anak laki-laki meninggal di Afrika Selatan setelah menjalani ritual khitanan tradisional oleh praktisi yang tidak memenuhi syarat.

“Kami telah kehilangan 24 anak laki-laki, sementara beberapa orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit,” kata Inkosi Sipho Mahlangu, wakil ketua di parlemen untuk Pemimpin Tradisional, Sabtu (11/7), kepada Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan, sebagian besar kematian terjadi pekan lalu di berbagai belahan negara itu setelah anak laki-laki menjalani ritual khitan tradisional ilegal oleh sekolah.

Banyak kelompok suku di Afrika Selatan melakukan khitanan tradisional yang mereka lihat sebagai suatu ritual peralihan menuju kedewasaan bagi pria muda mereka.

Anak laki-laki puber yang menjalani ritual khitan tradisional biasanya menghabiskan sekitar lima pekan di pengasingan di pegunungan atau di hutan, di mana mereka menerima instruksi dari tetua masyarakat.

Menurut Mahlangu, banyak anak laki-laki yang berkhitan secara resmi, di mana ada ahli bedah yang berkualitas, tapi banyak pula yang mendaftar di khitanan sekolah, dimana tanpa izin meski kekurangan praktisi medis yang berkualitas.

“Kami menyarankan orang tua untuk tidak mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang melakukan ritual ilegal,” katanya.

Mahlangu menambahkan, parlemen akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan sekolah yang melaksanakan khitanan ilegal di negara itu ditutup.

“Pada 2013, 116 anak laki-laki meninggal akibat khitanan yang diadakan di sekolah-sekolah secara ilegal. Pada tahun 2014, kami kehilangan 46 anak laki-laki,” katanya.

Menurut laporan, tahun ini pun tidak kurang mematikan.

Pekan lalu saja, 141 anak laki-laki dirawat di rumah sakit di Provinsi Eastern Cape, sementara 14 lainnya dilaporkan meninggal akibat khitanan yang kacau.

Musim ritual khitanan di Afrika Selatan pada umumnya bertepatan dengan liburan sekolah pada bulan Juni / Juli dan Desember.

Lebih 100.000 anak laki-laki diyakini menjalani upacara khitanan setiap tahun di seluruh negeri.

Wakil Menteri Urusan Tradisional, Obed Bapela, memperingatkan pada Kamis, di Provinsi Eastern Cape saja ada lebih 1.000 anak laki-laki yang mengikuti khitanan tradisional tidak resmi. (T/P001/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply