MENTERI AGAMA : NILAI-NILAI AL-QURAN HARUS DITEGAKKAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Foto : Kemenag)

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Foto : Kemenag)

Jakarta, 17 Ramadhan 1436/4 Juli 2015 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, nilai-nilai yang terkadung dalam Al-Quran harus ditegakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Agama di hadapan Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kala, dan para tamu undangan saat memberikan sambutan pada peringatan Nuzul Qur’an 17 Ramadhan 1436H/2015M di Istana Negara, Jum’at (03/07).

“Bulan Ramadhan disebut juga bulan Al Qur’an. Pada bulan Ramadlan, Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umat sebagai hudan linnas (petunjuk bagi manusia,red),” kata Lukman. Sebagaimana siaran pers resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu.

Lukman mengatakan, Al-Quran adalah mukjizat yang menandai kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa Islam rahmatan lil’alamin. Bahkan melalui itu, Rasullullah telah memberikan keteladanan dengan sunah-sunahnya yang agung, sebagaimana beliau mendirikan kota, membangun masyarakat, mempersatukan, sehingga menjadikan umat yang unggul.

“Selain itu, keteladanan Rasullullah SAW dalam mengembangkan amanah memimpin umat juga harus diimplementasikan,” ujar Menteri Agama.

Ia menambahkan, misi rahmatan lil’alamin atau kesejahteraan semesta yang terkandung dalam nilai-nilai pesan Al Qur’an, dapat terwujud apabila semua kebutuhan manusia terpenuhi.

Dikatakan, kebutuhan hidup mendasar yang harus dipenuhi untuk meraih kemaslahatan tersebut terakumulasi dalam lima prinsip universal (al-kulliyat khams), yakni: menjamin kemerdekaan beragama (hifzh al-din), memilihara jiwa (hizh al-aql), menjaga keturunan (hifzh al-nasl), dan memilihara hak milik harta benda (fifz al-mal).

“Umat Islam Indonesia mesti mencontoh nilai-nilai universal Al Quran, yang telah mengelorakan semangat nasionalisme para ulama dan pejuang dalam mengorbankan semangat dan berjuang melawan penjajah dan mendirikan NKRI,” kata Lukman.

Menurutnya, dengan pendekatan ini pula, Menag meyakini bahwa demokrasi, hukum dan HAM yang dibangun akan menjadi lebih bermakna bagi bangsa yang relegius.

“Al Quran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama (akidah, syariah, dan akhlak) yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia dan lingkungannya, tetapi juga mengandung isyarat-isyarat tentang Iptek yang dapat dijadikan motivasi dan ispiransi kita semua,” tambahnya.

Lukman berharap peringatan Nuzul Quran ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki interaksi umat Islam dengan Al Quran.

“Kita tingkatkan kembali interaksi kita dengan kitab suci bukan hanya sekedar membacanya pada level ta’abbudi saja tetapi hendaknya meningkat pada level tadabburi, yaitu merenungkan, menggali hikmah dan isyarat-isyarat Al Quran,” katanya. (T/P010/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply