MENTERI AGAMA : TIGA LANGKAH STRATEGIS PEMERINTAH TANGANI INSIDEN TOLIKARA

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rana/MINA)

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 3 Syawal 1436/19 Juli 2015 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pemerintah bersepakat untuk melakukan setidaknya tiga langkah strategis dalam menangani insiden pembakaran masjid di Tolikara, Papua, sesuai dengan hasil rapat kordinasi kabinet bidang Polhukam.

Pertama, lanjut Lukman, Pemerintah Pusat dan Daerah akan segera lakukan perbaikan masjid dan bangunan kios yang terbakar, serta merawat para korban kerusuhan, demikian siaran pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (20/7).

Kedua, POLRI akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan dan aktor intelektual di balik kerusuhan. Dan ketiga, POLRI akan melakukan penyelidikan terhadap tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan, apakah sudah sesuai dengan prosedur.

Menteri Lukman menandaskan, dalam rapat koordinasi nasional Polhukam antara dirinya dengan Menkopolhukam, Kapolri, Kepala BIN, Dirjen Pol Kemendagri, dan Korsahli Panglima TNI, baru-baru ini,  semua pihak, baik pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun aparat keamanan, telah bersepakat untuk membangun kebersamaan menuju kedamaian di Tolikara.

“Terpenting, Rakornas Polhukam juga menegaskan bahwa situasi dan kondisi di Tolikara saat ini sudah kondusif, aman, dan terkendali,” tegasnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga  meminta tim kementerian yang dipimpinnya Ahad (19/07) kemarin bertolak ke Tolikara, di mana juga akan  bergabung dengan tim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara.

Lukman menugaskan tim itu untuk segera berkoordinasi guna mengambil dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan.

“Saya instruksikan Dirjen Bimas Kristen, Kabalitbang-Diklat, dan tim pada Ahad ini menuju Tolikara, bergabung dengan Kakanwil Papua dan Kakankemenag yang telah lebih dulu ada di sana,” terang Lukman di Jakarta, Ahad (19/7) kemarin.

“Tim ini akan melakukan langkah-langkah koordinasi dan implementasi yang diperlukan,” tambahnya.

Koordinasi dan implementasi langkah-langkah strategis itu, lanjut Lukman, akan dilakukan dengan ormas keagamaan, FKUB, serta tokoh masyarakat dan pihak terkait dalam rangka menjaga kerukunan.

“Kemenag bersama ormas keagamaan, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), dan tokoh masyarakat akan terus meningkatkan koordinasi guna menjaga dan memelihara kerukunan hidup umat beragama,” jelas Lukman.

Relatif Terkendali

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan, Sabtu (18/7) pagi dengan menggunakan pesawat Trigana mengunjungi Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara, pascakerusuhan yang melanda kawasan itu.

Kerusuhan di ibukota Kabupaten Tiom, itu terjadi Jumat (17/7) sekitar pukul 07.00 WIT, saat umat muslim melaksanakan shalat Idul Idul Fitri di masjid kawasan tersebut. Sekelompok warga melakukan penyerangan dan membakar masjid di lokasi tersebut. Selain membakar masjid, mereka juga membakar 70 kios atau warung milik warga setempat.

Dalam upaya pengamanan, petugas menembak tiga orang pelaku penyerangan yang tidak mengindahkan peringatan. Tiga orang tersebut kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Jayapura.

“Dalam kerusuhan Jumat pagi tercatat 11 orang mengalami luka-luka, kata AKBP Suroso seraya menambahkan, tiga di antaranya yang mengalami luka tembak dan sudah dievakuasi ke Jayapura,” kata Kapolres Tolikara AKBP Suroso dalam siaran pers Mabes Porli yang diterima MINA.

Hingga berita ini ditulis, Polda Papua belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Dari kelompok penyerang bahkan belum ada yang dimintai keterangan. Ada lima saksi yang diperiksa yakni dari jamaah yang diserang saat mengadakan shalat Idul Fitri.

AKBP Suroso mengakui saat ini Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih sedang berada di Karubaga untuk melihat langsung kondisi wilayah pascakerusuhan.

“Saat ini kedua pimpinan di bidang keamanan sudah berada di Karubaga,” kata AKBP Suroso.

Diakui, kondisi Tolikara sendiri relatif terkendali namun tetap bersiaga. Aktivitas warga mulai normal. Namun sekitar 150 orang masih mengungsi di Koramil Karubaga.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patridge Renwarin, saat ini kondisi di Tolikara sudah normal. Pasukan pengamanan tambahan sudah dikerahkan sejak beberapa saat pasca kerusuhan. Personel Brimob Polda Papua yang diturunkan dibantu oleh personel TNI dan personel dari Polres Jayawijaya.

Aksi brutal sekelompok warga yang terjadi saat umat muslim melaksanakan salat Idul Idul Fitri itu belum dapat dipastikan akibat surat edaran yang dikeluarkan pengurus Gereja Injili di Indonesia (GIDI) wilayah Tolikara tertanggal 11 Juli 2015, tegas Kapolres Tolikara.

Menurutnya, walaupun demikian pihaknya tetap menelusuri kemungkinannya karena tidak menutup kemungkinan surat edaran itu juga menjadi salah satu penyebabnya.(T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply