MILITER ISRAEL REKOMENDASIKAN PERLUASAN KESEMPATAN MELINTAS DI PERBATASAN GAZA

Perbatasan Karim Abu Salim, salah satu perbatasan komersil di selatan Jalur Gaza.

Perbatasan Karim Abu Salim atau Karem Shalom, salah satu perbatasan komersil di selatan Jalur Gaza.(Dok. Gaza)

Tel Aviv, 23 Ramadhan 1436/10 Juli 2015 (MINA) – Beberapa pejabat senior militer pendudukan Israel, merekomendasikan untuk mengambil langkah-langkah mengurangi pembatasan bagi warga Palestina yang akan melintasi perbatasan yang selama ini diberlakukan di Jalur Gaza, dilaporkan media Israel.

Harian Israel Haaretz melaporkan para pejabat militer senior Israel yang tidak disebutkan namanya merekomendasikan pembukaan penyeberangan perbatasan Gaza diperluas, demikian Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat (10/7).

Rekomendasi melibatkan memungkinkan “ribuan warga Palestina untuk melakukan perjalanan ke luar negeri melalui wilayah jajahan Israel di persimpangan Erez dan meninggalkan negara menuju Yordania melalui Jembatan Allenby,” serta memungkinkan “barang masuk ke Gaza melalui penyeberangan Karni dan memperluas penggunaan jalur persimpangan Karem Shalom.”

Mereka juga akan dillibatkan mengeluarkan izin “bagi warga Palestina dari Jalur Gaza untuk bekerja di komunitas wilayah jajahan Israel di dekat perbatasan.”

Pejabat senior militer Israel itu percaya tindakan tersebut “dapat membantu mencapai genjatan senjata jangka panjang” dan “bisa memiliki nilai tambah dalam mengurangi kecaman internasional Israel atas penutupan Jalur Gaza.”

Salah satu perwira senior, yang memilih untuk tetap tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dalam Haaretz mengatakan: “Selama masalah ekonomi dasar di Gaza tetap berlangsung, kami juga akan memiliki potensi konflik militer baru, tanpa koneksi pada tingkat pencegahan yang dicapai dalam perang terakhir. “

Surat kabar itu melaporkan, bagaimanapun tidak pasti apakah Israel akan memiliki kemauan politik untuk menerapkan langkah-langkah baru tersebut.

Sejumlah pengamat dan politisi Palestina mengomentari usulan pejabat senior militer Israel itu, mengatakan bahwa perlunya mencabut blokade Israel di Jalur Gaza secara keseluruhan, dan tidak hanya meringankan saja, dan ini merupakan hak nasional Palestina yang tidak perlu dipertanyakan lagi.”

Pejabat Palestina memperingatkan agar hati-hati dan jangan sampai jatuh ke dalam skema sepihak Israel, di mana Israel mencoba untuk mendikte realitas perpecahan internal antara Jalur Gaza dan Tepi Barat yang didudukinya.

Seorang pengamat politik Palestina, Ahmad Awad, mengatakan kepada WAFA, usul Israel melonggarkan perbatasan itu merupakan bagian dari “suap ekonomi” dengan menggunakannya sebagai alternatif untuk mencapai solusi politik permanen yang menjamin hak-hak yang layak bagi warga Palestina.(T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply